Jam Malam Bekasi, Efektif Cegah Corona?

Wisnu Yusep, Okezone · Sabtu 03 Oktober 2020 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 03 338 2287830 jam-malam-bekasi-efektif-cegah-corona-jNHTLGqswO.jpg Satpol PP di Bekasi tegus warung pecel lele (Foto: Okezone/Wisnu)

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi sudah melarang kepada pengusaha restoran maupun usaha kuliner lainnya, agar tidak menyediakan makan di tempat.

Pemberlakuan itu berdasarkan Maklumat Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tentang kepatuhan protokol kesehatan dalam penanganan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Untuk itu, Pemkot Bekasi tak segan akan memberikan sanksi tegas berupa penyegelan bila tempat usaha kedapatan melanggar protokol kesehatan.

"Ya tindakannya peringatan, terakhir adalah segel seperti kafe yang kemarin, tapi pada saat besok Perda kita sudah jadi kita akan lakukan enam bulan atau Rp50 juta denda," kata Wali Kota Bekasi kepada wartawan, Sabtu (3/10/2020).

Meski begitu, pria yang disapa Pepen itu tak menegaskan apakah pihaknya akan mengambil langkah tegas seperti pencabutan izin atau tidak, bila ditemukan sejumlah tempat usaha yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

"Ya kalau sudah dilanggar kan pasti ada sanksi tinggal kita lihat sanksinya apa," ungkap dia.

Maklumat Wali Kota Bekasi dengan Nomor 440/6086/SETDA.TU itu tertuang sejumlah poin yang mengatur tentang tempat usaha jasa kepariwistaan serta tempat hiburan seperti club malam atau diskotek, bar, karaoke, bilyard dan panti pijat atau SPA.

Waktunya pun dibatasi dari mulai pukul 12.00 WIB sampai 18.00 WlB. Pengaturan ini seiring dengan peningkatan kasus virus corona atau Covid-19 di Kota Bekasi.

"Kalau mall di Jakarta juga buka kan, hanya mungkin makannya tadi nggak bisa lebih dari jam 18.00 WIB. Dine in di situ tidak boleh lebih dari jam 18.00 WIB," tambah Pepen.

Sementara, dalam pelaksaanya Maklumat yang telah diterbitkan itu masih banyak pedagang di Kota Bekasi belum tahu. Mereka tetap menggelar lapak dari batas waktu yang sudah dibatasi itu.

Seperti operasi yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi masih menemukan sejumlah pedagang yang tetap buka lebih dari pukul 18.00 WIB.

"Gini, kita harus bisa membedakan antara rumah makan dengan pedagang pecel lele. Pecel lele tetap bisa buka, tetapi tidak di tempat itu. Makan tidak boleh di tempat itu (dibawa pulang)," kata Kastpol PP Kota Bekasi Abi Hurairah.

Dia mengatakan, ada pengucualian bagi pedagang seperti kuliner. Mereka tetap boleh beroperasi hanya saja tidak boleh melayani makan di tempat.

"Kita harus bisa memisahkan. Orang orientasinya bukan di tempat khusus, masih diinikan (bolehkan). Tapi tetap jam 9 kita beri imbauan untuk mereka bisa meninggalkan (menutup)," jelas dia.

Terlebih, klaim Abi, Kota Bekasi sudah tidak menjadi zona merah lagi seperti yang disebut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

"Kita sebetulnya bukan zona merah lagi, tapi kita kebersamaan antara seluruh nya, bersama-sama mematuhi itu, ya. Mudah-mudahan kita melihat sekarang kondisi eksisting dari tanggal 2 sampai 7, bagaimana perkembangan itu bisa terjadi, perkembangan Covid-19 bagaimana," kata dia.

"Kita sebagai alat ukur saja karena untuk jabar dari tanggal 3 berlaku, gitu," tambah dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini