Baru 20% Dikerjakan, Pembangunan Pelabuhan Kali Adem Terhenti

Bima Setiyadi, Koran SI · Minggu 04 Oktober 2020 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 04 338 2288282 baru-20-dikerjakan-pembangunan-pelabuhan-kali-adem-terhenti-awBYJFbqCc.jpg Pelabuhan Kali Adem (foto: Sindonews)

JAKARTA - Pembangunan pelabuhan kali adem, Jakarta Utara terhenti karena adanya pandemi Covid-19. Pemprov DKI Jakarta akan melanjutkan kembali pembangunan pada 2021 mendatang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, pembangunan pelabuhan kali Adem itu telah dikerjakan sejak 2019. Namun, karena adanya pandemi, pembangunan terhenti dan akan dilanjutkan pada 2021.

"ini baru terbangun 20 persen kurang lebih 80 persen aja akan diselesaikan di tahun anggaran 2021," kata Ariza usai melakukan kunjungan pelabuhan kali adem, Minggu (4/10/2021).

 Pelabuhan

Ariza menjelaskan, pembangunan pelabuhan Kali Adem dinilai penting untuk pengembangan kawasan pelabuhan dan peningkatan pelayanan bagi masyarakat di sekitar maupun para wisatawan.

Selain menjadi pelabuhan penghubung antara daratan Jakarta dan Kepulauan Seribu, pelabuhan Kali Adem ini akan meningkatkan perekonomian, meningkatkan pelayanan bagi kepentingan ke Kepulauan Seribu.

Ariza menuturkan, tujuan pembangunan pelabuhan Kali Adem sebagai bentuk kepedulian Pemprov DKI Jakarta terhadap keadilan sosial seluruh lapisan elemen masyarakat.

Menurutnya, saat pembangunan pelabuhan tersebut rampung, akan tercipta sebuah interaksi baru karena berjalannya aktivitas roda perekonomian. Pelabuhan tersebut juga diharapkan dapat menjadi pelabuhan yang bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat di Kepulauan Seribu.

"Hal ini untuk kepentingan masyarakat kecil umumnya yang menggunakan pelabuhan ini. Mudah-mudahan nanti ini kabar baik bagi masyarakat, khususnya di Kepulauan Seribu dan di lingkungan Kali Adem ini. Hal ini karena akan ada pelabuhan yang baik, yang juga nanti bisa banyak tempat untuk bersandar kapal-kapal penghubung, juga untuk kepentingan masyarakat sekitar," jelasnya.

Politisi Partai Gerindra itu berharap, bahwa hadirnya pelabuhan ini manfaat yang akan dirasakan warga Jakarta tidak hanya untuk bidang ekonomi, namun juga bidang pendidikan, terutama pariwisata. Hal ini karena untuk akses mobilisasi warga dari Jakarta ke pelabuhan di Marina, Ancol.

"Kalau dibandingkan dengan Marina nanti jumlah kapal yang bisa berlabuh bisa lebih banyak. Ke depannya, Kali Adem bisa lebih banyak tercipta interaksi dan aktivitas supaya menjadi penyeimbang lain," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini