Miris, Penculik Anak di Kemayoran Juga Lecehkan Korbannya

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 05 Oktober 2020 18:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 338 2288809 miris-penculik-anak-di-kemayoran-juga-lecehkan-korbannya-XrfeXkJOqi.jpg Polda Metro Jaya ungkap kasus penculikan anak berkebutuhan khusus di Kemayoran (Foto: Okezone.com/M Rizky)

JAKARTA - Polisi mengungkap kasus penculikan seorang anak berkebutuhan khusus berinsial A (16) yang dilakukan seorang pedagang bakso yakni PB (39). Mirisnya, korban tak hanya di culik melainkan juga dilecehkan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, korban diajak pelaku ke kosannya pada 8 September 2020. Saat itu korban dalam keadaan seorang sendiri di Danau Sunter. Setibanya dikosan, korban justru alami pelecehan seksual.

"Setelah korban berada dikosan (pelaku di Jakarta) kemudian melancarkan aksinya dengan mencabuli korban sebanyak dua kali," kata Yusri saat konfrensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (5/10/2020).

Setelah itu, kata Yusri, korban sempat dikurung dikosan selama beberapa hari, sementara pelaku berjualan bakso keliling. Namun karena situasi jualan yang sulit korban memutuskan ke Jombang, Jawa Timur.

Namun sebelum tiba di Jombang, pelaku sempat mampir di Boyolali. Di sana pelaku dan korban mengniap kurang lebih dua hari dan kembali terjadi pelecehan sebanyak tiga kali.

"Setelah dua hari di Boyolali, baru dibawa ke Jombang, jadi total 14 kali melakukan pencabulan tersangka kepada korban," ujarnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi meringkus pelaku pada pada 30 September 2020 di sebuah kosan di Desa Kebon Temu, Peterongan Jombang, Jawa Timur. "Dilakukan pendalaman, tim melakukan pengejaran tanggal 30 kita amankan tersangka dan korban di Jombang, Jawa Timur di tempat kos-kosan tersangka," tuturnya.

Baca Juga : Penculik Anak Berkebutuhan Khusus di Kemayoran Ternyata Tukang Bakso

Diketahui sebelumnya, korban inisial A hilang pada Selasa 8 September 2020 lalu sekira pukul 18.00 WIB. Saat itu korban keluar rumahnya dan tidak kembali.

Keluarga A kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kemayoran pada 10 Septemver 2020. Tak henti disana keluarga juga menyebarkan informasi anak hilang. Belakagan keluarga mendapat informasi bahwa sang anak berada di Jombang Jawa Timur. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda Metro Jaya pada 24 September 2020.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini