Kadishub DKI Sebut Mobilitas Warga Menurun selama PSBB Ketat

Bima Setiyadi, Koran SI · Senin 05 Oktober 2020 21:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 338 2288887 kadishub-dki-sebut-mobilitas-warga-menurun-selama-psbb-ketat-C4mG1bE2X0.jpg Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Mobilitas masyarakat selama masa PSBB ketat, yang berlaku sejak 14 September disebut mengalami penurunan. Volume lalu lintas dan angkutan umum pun mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, berdasarkan data yang didapat pihaknya, mobilitas masyarakat 14 September hingga 27 September mengalami penurunan di tempat kerja, sekitar 5,14 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB transisi. 

Namun, kata Syafrin, di area permukiman, mobilitas masyarakat meningkat 4,71 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB transisi. 

"Sektor yang dilaporkan adalah tempat kerja dan area permukiman," kata Syafrin kepada wartawan, Senin (5/10/2020).

Baca juga: Layani Makan di Tempat, 4 Rumah Makan dan 8 Kafe di Jaktim Ditutup

Syafrin menjelaskan, kinerja lalu lintas dan angkutan eeriode 14 September hingga 4 Oktober 2020 juga mengalami penurunan. Volume lalu Llntas kendaraan bermotor rata-rata per hari mengalami penurunan sebesar 10,17%, dibandingkan saat pemberlakuan PSBB transisi.

Volume lalu lintas sepeda rata-rata mengalami penurunan sebesar 45,70%, dibandingkan saat pemberlakuan PSBB transisi.

Begitu juga angkutan umum perkotaan, rata-rata jumlah penumpang harian angkutan umum perkotaan adalah 613.669 penumlang per hari, mengalami penurunan sebesar 19,22% dibandingkan saat pemberlakuan PSBB Masa transisi yang mencapai 759.726 penumpang per hari. 

"Angkutan AKAP juga mengalami penurunan. Rata-rata jumlah penumpang harian angkutan AKAP adalah 4.318 penumpang per hari, mengalami penurunan sebesar 29,41% dibandingkan saat pemberlakuan PSBB transisi sebanyak 6.117 penumpang per hari," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini