Ini Modus 2 Pelaku Penganiaya Pemulung di Bekasi

Wisnu Yusep, Okezone · Selasa 06 Oktober 2020 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 338 2289391 ini-modus-2-pelaku-penganiaya-pemulung-di-bekasi-BCcvpHCgyw.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

BEKASI – Modus dua pelaku yang menganiaya dua pemulung di Jalan Fatahillah Raya, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi karena ingin menguasai barang-barang milik korban.

"Setelah kita lakukan pemeriksaan awal, modus operandi yang menang dia lakukan adalah ingin menguasai barang-barang milik korban, karena mereka rasa si S alias K ini pernah tersinggung kepada korban," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa (6/10/2020).

Diketahui, jajaran Polres Metro Bekasi berhasil mengamankan 2 orang pelaku penganiayaan yang menyebankan satu diantara dua pemulung di Cikarang meninggal dunia.

 Baca juga: Pembantai Dua Pemulung di Bekasi Ternyata Juga Membunuh Tukang Balon

Kedua pelaku ditangkap berdasarkan hasil pemeriksaan CCTV keterangan saksi-saksi yang berada di dekat tempat kejadian perkara (TKP).

"Yang pertama adalah pelaku S alias P ini umurnya 49 tahun, kemudian sodara S alias K ini umurnya 34 tahun," beber dia.

 Baca juga: Ditembak Polisi, Ini Tampang Dua Pelaku Penganiaya Pemulung hingga Tewas di Bekasi

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut Yusri, pelaku S alias K ini mengaku ingin menjual gerobaknya seharga Rp 100 ribu, namun ketika korban menawar Rp 50 dengan disertai kalimat yang menyinggung perasaan korban.

"Ini yang kemudian dia rencana untuk melakukan penganiayaan terhadap korban," ungkap Yusri.

Kemudian S alias P ini mengajak temannya untuk melakukan pengainayaan terhadap korban. Selanjutnya pada tanggal 29 sekitar pukul 03.00 WIB, mereka melakukan penganiayaan terhadap korban dan mengambil barang milik korban.

"Yang pertama yang meninggal dunia UN ini sempat diambil uangnya Rp780.000 dan beberapa barang-barang milik korban. Yang kemudian korban luka inisial M ini ada Rp 100.000 dikantongnya yang berhasil diambil pelaku," kata Yusri.

Uang yang berhasil diambil para pelaku ini, lanjut Yusri, kemudian dibagi dua dan juga digunakan untuk kehidupan sehari hari. "Ini menurut keterangan tersangka," kata Yusri.

Pihaknya, lanjut Yusri, kemudian melakukan pendapalam dan pelaku mengakui kalau mereka sudah melakukan beberapa aksi serupa.

"Mereka berdua telah melakukan dua kali bersama-sama. Yang kedua itu mereka melakukan di daerah Kompas, modusnya sama. Operandinya sama untuk menguasai harta milik korban yang pada saat itu adalah bekerja sebagai tukang balon," beber Yusri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini