18 Halte Transjakarta Dirusak Pendemo, Estimasi Kerugian Capai Rp45 Miliar

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 08 Oktober 2020 21:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 338 2290695 18-halte-transjakarta-dirusak-pendemo-estimasi-kerugian-capai-rp45-miliar-ZpLkM94jEA.jpg Halte dibakar demonstran (Foto: Okezone/Heru)

JAKARTA - Sebanyak 18 halte bus Transjakarta diduga dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab dalam aksi demonstrasi menolak pengesahan omnibus law Undang-undang Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (8/10/2020).

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan jumlah halte yang dirusak tersebut merupakan update per pukul 20.30 WIB.

"Hingga pukul 20.30 WIB baru diketahui sebanyak 18 (delapan belas) halte Transjakarta rusak oleh oknum tidak bertanggung jawab," ucap Nadia melalui keterangan tertulisnya kepada Okezone.

Nadia menuturkan, 10 halte Transjakarta yang dirusak berupa pembakaran dan penjarahan. Kesepuluhnya yakni Bundaran HI (Kor 1), Sarinah (Kor 1), Tosari Baru (Kor 1), Tosari Lama (Kor 1), Karet Sudirman (Kor 1), Sentral Senen (Kor 5), Senen arah Pulo Gadung (Kor 2) dan Senen arah HCB (Kor 2).

Api, kata Nadia, mulai terlihat sekitar pukul 17.07 WIB. Sebelum api mulai berkobar, seluruh layanan Transjakarta sudah berhenti dioperasikan sejak pukul 16.30 WIB.

"Semua petugas dan pelanggan kami yang berada di lokasi juga sudah berhasil dievakuasi dengan selamat dan tidak ada korban jiwa," ungkapnya.

Selain membakar, massa juga merusak halte serta fasilitas di beberapa halte Transjakarta lainnya, di antaranya yakni HCB (Kor 1), BI (Kor 1), Gambir 1 (Kor 2), Sumber Waras (Kor 3), Grogol 1 (Kor 3), Dukuh Atas 1 (Kor 1), Petojo (Kor 8), Benhil (Kor 1), Rs Tarakan (Kor 8) dan Kwitang (Kor 2).

"Estimasi kerugian yang dialami Transjakarta setidaknya sekitar 45 Milyar sejauh ini, kami belum mengetahui total kerugian yang dialami dengan adanya perusakan ini, tidak hanya warga yang akan kesulitan melakukan transit, karena pembangunan kembali membutuhkan waktu pada halte modern ini," tuturnya.

"Transjakarta sangat menyayangkan dan mengecam keras aksi halte halte dan fasilitas warga, utamanya Bundaran HI ini. Sebab, Halte Bundaran HI merupakan salah satu fasilitas yang dinimakti seluruh warga Indonesia yang seharusnya dijaga bersama-sama," tegas Nadia.

Untuk diketahui, halte Bundaran HI sendiri baru saja diresmikan pada 25 Maret 2019, dan menjadi halte modern terintegrasi dengan Stasiun MRT.

"Transjakarta saat ini masih menghitung kerugian pasti yang ditimbulkan oleh aksi anarkis yang merugikan warga DKI dalam kenyamanan menggunakan fasilitas Transjakarta. Selanjutnya untuk layanan operasional esok hari Transjakarta masih menunggu perkembangan situasi dan kondisi di lapangan," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini