Amankan Hampir 1.000 Orang, Polda Metro Pastikan Bukan Buruh dan Mahasiswa

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 09 Oktober 2020 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 338 2290799 amankan-hampir-1-000-orang-polda-metro-pastikan-bukan-buruh-dan-mahasiswa-Zcmxsvw2ZI.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengamankan hampir 1.000 orang dalam aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang berujung ricuh pada Kamis 8 Oktober 2020 kemarin. Mereka yang diamankan bukan dari kelompok mahasiswa dan buruh.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menegaskan, yang diamankan adalah orang-orang yang sengaja membuat kericuhan saat demo berlangsung.

"Orang demo enggak ada yang diamankan ini orang yang pada saat mau demo kena razia yang memang ada indikasi (rusuh). Bukan buruh, bukan mahasiswa mereka ini mau membuat kerusuhan," kata Yusri kepada Okezone, Jumat (9/10/2020).

Baca Juga:  14 Polisi Terluka saat Amankan Demo UU Cipta Kerja di Jakarta

Yusri menuding bahwa mereka yang diamankan adalah kelompok anarko, hingga masyarakat yang hanya memanfaatkan momen demonstrasi. Perlu diketahui, kelompok anarko adalah orang-orang yang menolak keberadaan negara maupun aturan.

"Ada indikasi anarko. Enggak ada (mahasiswa buruh), orang pengangguran orang jalan, orang ngamen, anarko itu loh yang ngamen," ungkapnya.

 

Yusri menyebut saat diperiksa mereka ada yang membawa senjata, meski demikian dia tidak merinci senjata apa yang dimaksud. "Ya ada lah kita amankan semua masih diperiksa," tuturnya.

Sementara itu terpisah, data dari Tim Bantuan Hukum Untuk Demokrasi yang membuat hotline pengaduan bagi massa aksi Omnibus Law Cipta Kerja mencatat per Kamis 8 Oktober 2020 pukul 21.50 WIB malam ada 140 orang yang melapor telah hilang maupun diamankan kepolisian.

"140 kurang lebih aduan sekitar segitu yang kita terima," kata Tim Bantuan Hukum Untuk Demokrasi, Yosua saat dikonfirmasi Okezone.

Baca Juga:  Epidemiolog: Demonstrasi Bisa Jadi Klaster Baru Covid-19

Yosua mengatakan, dari ratusan tersebut sebagian adalah pelajar, jurnalis, bahkan ada-anak di bawah umur juga dilaporkan ikut diamankan. Menurut Yosua, dari 140 orang tersebut sebagian sudah ketemu. Pihaknya masih terus melakukan penyisiran di Polda Metro Jaya. Namun demikan, Yosua menduga ada lebih dari 140 orang yang diamankan atau hilang.

"Saya yakin ada lebih dari segitu, saya dengar juga keterangan penyidik 800-an tapi belum tahu masih kita sisir," tandasnya. (Ari)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini