Mushola & 8 Mobil di Kementerian ESDM Dirusak Demonstran UU Ciptaker

Angkasa Yudhistira, Okezone · Jum'at 09 Oktober 2020 15:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 338 2291119 mushola-8-mobil-di-kementerian-esdm-dirusak-demonstran-uu-ciptaker-aJqJ89FFfw.jpg Mushola di Gedung Kementerian ESDM dirusak pendemo UU Ciptaker (Foto : Humas Kementerian ESDM)

JAKARTA - Kericuhan demo Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) juga menyasar ke fasilitas di Gedung Kementerian ESDM yang berada di Jalan Medan Merdeka Selatan. Setidaknya, kaca gedung, mushola dan 8 mobil yang berada di lokasi tersebut, rusak akibat aksi anarkistis pendemo pada Kamis 8 Okober 2020.

Masa pendemo yang sempat masuk ke Gedung Kementerian juga menyebabkan Ruang Sarulla di gedung tersebut berantakan. "Iya ada yang kena bagian depan dan bagian belakang gedung, kaca juga rusak, termasuk masjid dan mushola juga rusak," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Jumat (9/10/2020).

Tidak hanya itu setelah diinventarisir, kendaraan yang terparkir di gedung Kementerian ESDM juga menjadi sasaran amuk massa. Total 8 kendaraan yang terdiri dari kendaraan dinas dan kendaraan pribadi yang rusak.

Saat ini, kata Agung, polisi telah berjaga di sekitar gedung Kementerian ESDM. Ia pun berharap bentrokan atau kerusuhan tidak kembali terjadi. Karena menurutnya apabila unjukrasa berujung ricuh maka fasilitas publik yang menjadi sasaran.

"Kami berharap ini tidak terulang lagi, karena sayangkan fasilitas publik, fasilitas negara pada rusak," pungkasnya.

Rusaknya gedung Kementerian ESDM juga diinformasikan Menteri BUMN Erick Tohir. Sejumlah bagian gedung Kementerian rusak akibat bentrokan yang terjadi hingga Kamis malam. "Kena dirusak di Kementerian ESDM," kata Erick Tohir terpisah.

Baca Juga : Pangdam Jaya Sebut Pelaku Kerusuhan Tak Paham Apa yang Didemo

Sementara, Panglima Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya), Mayjen Dudung Abdurachman mengatakan, ada dari mereka yang mengaku bahwasanya dia disuruh oleh oknum-oknun yang tidak bertanggungjawab.

"Ada beberapa ditangkap mereka ini enggak paham tujuannya untuk apa. Bahkan ada yang dari Subang, terus saya tanya, siapa yang menggerakan, ada pak saya disuruh kesini (Jakarta). Dia enggak bawa uang sama sekali," kata Dudung.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini