Jelang Libur Panjang, Gubernur Anies Antisipasi Klaster Covid-19 Keluarga

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Sabtu 10 Oktober 2020 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 10 338 2291532 pasca-demo-ciptaker-gubernur-anies-khawatir-lonjakan-kasus-baru-covid-19-Y5CXhtBmxQ.jpg Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (foto: Sindo)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku khawatir bakal adanya potensi lonjakan kasus baru Covid-19, di Ibu Kota pasca-adanya aksi demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja, pada Kamis 8 Oktober 2020.

“Fenomena unjuk rasa kemarin kami khawatir berpotensi terjadinya lonjakan kasus, sekitar seminggu sampai dua minggu yang akan datang,” kata Anies di Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2020).

 Baca juga:

Wagub DKI Sebut 14 Pendemo UU Ciptaker Positif Covid-19

Demonstran yang Reaktif Covid-19 Dibawa ke Wisma Atlet

Wagub DKI: 50% Pendemo UU Ciptaker yang Ditahan Bukan Warga Jakarta

Anies menjelaskan, bahwa kasus baru Covid-19 tidak akan langsung munculnya dalam waktu dekat. Namun, baru akan hadir sekitar satu atau dua pekan setelahnya.

“Tidak langsung muncul, tapi satu sampai dua pekan setelahnya. Mudah-mudahan tidak terjadi,” terang Anies.

Ia melanjutkan, rasa khawatirnya potensi lonjakan kasus baru akibat demo kemarin tidak hanya di Ibu Kota saja, namun juga di berbagai daerah.

Selain itu, Anies mengimbau, agar semua masyarakat dapat tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19. Ia khawatir akan terjadi klaster keluarga lantaran libur panjang yang ada di akhir bulan Oktober ini.

“Karena kalau kami perhatikan lonjakan yang terjadi awal September kemarin tidak terlepas dari libur panjang Agustus kemarin. Karena itulah saya berharap kepada semuanya antisipasi karena akhir bulan ini ada libur panjang,” paparnya.

“Saya imbau kepada seluruh masyarakat, jangan sampai timbul klaster keluarga yang sangat besar, karena libur bersama," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini