Kasus Covid-19 Menurun, Anies Kembali Terapkan PSBB Transisi

Fahmi Firdaus , Okezone · Minggu 11 Oktober 2020 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 11 338 2291817 kasus-covid-19-menurun-anies-kembali-terapkan-psbb-transisi-di-jakarta-pGHYBuOvmQ.jpg foto: Okezone

JAKARTA –Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk mengurangi kebijakan rem darurat secara bertahap dan memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi dengan ketentuan baru selama dua pekan ke depan, mulai tanggal 12 - 25 Oktober 2020.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, keputusan ini berdasarkan pada beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS Rujukan Covid-19.

(Baca juga: PSBB Ketat Berakhir Besok, Ini Saran Pimpinan DPRD DKI Jakarta)

"Yang terjadi selama satu bulan ini adalah kebijakan emergency brake (rem darurat) karena sempat terjadi peningkatan kasus secara tidak terkendali yang tidak diharapkan. Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan, secara bertahap,”ujar Anies, Minggu (11/10/2020).

“Kami perlu tegaskan bahwa kedisiplinan harus tetap tinggi sehingga mata rantai penularan tetap terkendali dan kita tidak harus melakukan emergency brake kembali," sambung Anies.

(Baca juga: Wagub DKI Sebut Pasien Sembuh Covid-19 Meningkat 80% saat PSBB Total)

Masih kata Anies, grafis penambahan kasus positif dan kasus aktif harian mendatar (stabil) sejak dilakukan PSBB ketat, yaitu 13 September 2020. Kemudian, terdapat tanda awal penurunan kasus positif harian dalam 7 hari terakhir.

“Pelandaian pertambahan kasus harian sejak pengetatan PSBB tampak pada grafik kasus onset dan juga pada nilai Rt atau reproduksi virusnya. Grafis onset merupakan grafis kasus positif yang didasarkan pada awal timbulnya gejala, bukan pada keluarnya laporan hasil laboratorium,” pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini