Jakarta Terapkan PSBB Transisi, Bekasi Punya Cara Sendiri

Wisnu Yusep, Okezone · Senin 12 Oktober 2020 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 338 2292396 jakarta-terapkan-psbb-transisi-bekasi-punya-cara-sendiri-AuVI793jAc.jpg Kantor Wali Kota Bekasi (Foto: Okezone.com)

BEKASI – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku, pihaknya memiliki cara sendiri dalam mengatasi kasus virus corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikan Rahmat saat ditanya mengenai langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

"Kita enggak pernah merasa bahwa kita harus adopsi dengan DKI. DKI punya cara (sendiri), Kota Bekasi juga punya cara (sendiri). Tapi penyesuaian terhadap interaksi transimisi ini harus sama-sama kita jaga," kata pria yang disapa Pepen itu kepada wartawan, Senin (12/10/2020).

Cara Pemprov DKI yang kembali menerapkan PSBB transisi itu, lanjut Pepen, merupakan langkah untuk melindungi warganya dari penularan virus corona. Begitu juga, dengan Pemerintah Kota Bekasi, yang masih menerapkan Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) setelah maklumat protocol kesehatan Covid-19 dicabut.

"Ya DKI tentunya (kembali menerapkan PSBB transisi) untuk menjaga warganya. Kota Bekasi juga menjaga warganya (dengan tetap menerapkan ATHB)," ungkap dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB transisi setelah angka kasus positif dan aktif Covid-19 diklaim mengalami pelambatan kenaikan dalam sepekan terakhir.

Baca Juga : Syarat Wajib Pengelola Bioskop Agar Boleh Buka saat PSBB Transisi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim, keputusan ini didasarkan pada beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif dan tingkat keterisian RS Rujukan Covid-19.

"Yang terjadi selama satu bulan ini adalah kebijakan 'emergency brake' (rem darurat) karena sempat terjadi peningkatan kasus secara tidak terkendali yang tidak diharapkan," kata Anies.

Karena itu, tambah Anies, setelah stabil, maka rem darurat tersebut dikurangi secara perlahan dan bertahap. "Kami perlu tegaskan bahwa kedisiplinan harus tetap tinggi sehingga mata rantai penularan tetap terkendali dan kita tidak harus melakukan rem darurat kembali," kata Anies.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini