Orang Tua & Guru Diminta Awasi Pelajar yang Ikut-ikutan Demo UU Ciptaker

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 12 Oktober 2020 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 338 2292411 orang-tua-guru-diminta-awasi-pelajar-yang-ikut-ikutan-demo-uu-ciptaker-tLMEQgzstZ.jpg Kapolda Metro Jaya Irjen Nana (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengimbau kepada para orang tua, guru, hingga Dinas Pendidikan untuk melakukan pengawasan terhadap para pelajar yang ikut-ikutan dalam aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Nana mengatakan, dari 1.192 orang yang diamankan pihak kepolisian sebanyak 64 persen di dominasi oleh para pelajar. Mereka diduga terlibat dalam kericuhan saat demo berlangsung.

"Ada 64 persen ini pelajar dari berbagai wilayah, ini cukup masif. Kenapa keterlibatan pelajar cukup besar ini? Kami imbau pada orang tua, guru, Dinas Pendidikan melakukan pengawasan," kata Nana di Polda Metro Jaya, Senin (12/10/2020).

Menurut Nana, pengawasan teehadap anak-anak khususnya pelajar sangat penting dilakukan guna mengantisipasi keterlibatan mereka dalam aksi yang berujung ricuh tersebut.

"Jangan sampai mereka terhasut diajak mengikuti dan dimanfaatkan untuk melakukan anrkisme dan vandalisme," tutur Nana.

Nana juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terpancing dan ikut-ikutan dalam aksi massa yang diprovokasi media sosial. Menurutnya saat ini banyak hoax yang beredar di media sosial untuk melakukan anarkisme saat demo.

"Ini saya harapkan masyarakat menyaring sebelum menshare. Jangan karena masalah itu bisa jadi tersangka terkiat penyebaran hoax tersebut," tambahnya.

Baca Juga : 32 TNI-Polri Terluka Imbas Kericuhan Demo UU Ciptaker di Jakarta

Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa Jakarta masih dalam zona merah penyebaran Covid-19, karena itu semua pihak diminta menahan diri dan tidak mudah melakukan aksi unjuk rasa demi mencegah penyebaran virus corona.

"Jangan sampai para pengunjuk rasa begitu pulang mereka menularkan Covid-19 kepada keluarga dan lingkungan," tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini