PSBB Transisi, Dishub DKI Larang Pengemudi Ojek Online Berkumpul

Bima Setiyadi, Koran SI · Selasa 13 Oktober 2020 05:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 338 2292613 psbb-transisi-dishub-dki-larang-pengemudi-ojek-online-berkumpul-7lKg8Nv93Z.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta tetap melarang ojek online berkumpul lebih dari lima orang, pada masa PSBB transisi. Selain itu, perusahaan aplikasi juga diminta mengaktifkan teknologi geofencing, sebagai pengawasannya.

Aturan itu tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Nomor 177 Tahun 2020, tentang Pengendalian Sektor Transportasi untuk Pencegahan Covid-19, Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Aman, Sehat, dan Produktif.

 Baca juga:

PSBB Transisi, Jam Operasional Transjakarta Diperpanjang hingga 22.00 WIB

PSBB Transisi Jakarta : Taman Dibuka Kembali, Tempat Ibadah Harus Data Pengunjung

PSBB Transisi Hari Pertama, Penumpang KRL di Sejumlah Stasiun Kondusif

Aturan tersebut sama dengan yang berlaku pada masa PSBB ketat. Padahal, pada masa PSBB ketat, banyak ojek online yang berkumpul lebih dari lima orang, dan tetap mendapatkan sewa. Seperti yang terlihat di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan, hampir setiap sore, ojek online berkumpul di bawah jembatan penyeberangan bus Transjakarta Harmoni arah ke Gajah Mada. Tak jarang mereka mengambil penumpang ketika ada yang memesannya.

Teknologi Geofencing sendiri diketahui tidak akan mendapatkan penumpang, apabila pengemudi berkumpul lebih dari lima orang.

"Perusahaan aplikasi wajib mengaktifkan teknologi informasi 'Geofencing' agar pengemudi yang berkerumun tidak mendapatkan penumpang," seperti yang dikutip dalam SK Dinas Perhubungan.

 

Selain itu, Dishub DKI juga menyerahkan sanksi kepada perusahaan aplikasi apabila ada pengemudi yang melanggar ketentuan aturan berkumpul lebih dari lima orang.

"Jika ketentuan itu tidak dipatuhi oleh pengemudi mitra, perusahaan wajib memberikan sanksi," bunyi kutipan itu.

Seperti diketahui sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akhirnya memutuskan untuk menghentikan PSBB ketat dan kembali kepada masa PSBB transisi hingga 25 Oktober mendatang. Hal tersebut dilakukan karena adanya pelambatan kenaikan kasus positif dan kasus aktif meski masih terjadi peningkatan penularan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini