Jakarta PSBB Transisi, Ini Pandangan Epidemiolog

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 13 Oktober 2020 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 338 2292620 jakarta-psbb-transisi-ini-pandangan-epidemiolog-U7ZtBoTLq9.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menilai Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) transisi, yang kembali diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta, sejatinya belum ideal dilakukan saat pandemi Covid-19.

“Dari sudut pandang data epidemologi, ya belum ideal untuk dilakukan transisi,” kata Dicky saat dihubungi Okezone di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Baca juga:

PSBB Transisi, Jam Operasional Transjakarta Diperpanjang hingga 22.00 WIB

PSBB Transisi Jakarta : Taman Dibuka Kembali, Tempat Ibadah Harus Data Pengunjung

Ia menjelaskan, mengapa PSBB transisi belum ideal diterapkan lantaran dari sisi angka kasus aktif per hari di Ibu Kota masih terbilang tinggi.

“Kalau kita lihat angka kasus harian masih tinggi kan rata-rata belum pernah di bawah 800 (kasus baru), dan banyak juga di hari-hari dimana PSBB juga itu meningkat,” tuturnya.

Kemudian, lanjut Dicky, positivity rate di Jakarta masih berada di angka 10% walaupun angka kematian mengalami penurunan.

“Artinya dari tiga data itu sudah menunjukkan, bahwa kasus pertumbuhan di masyarakat masih cukup serius. Belum mereda secara signifikan walaupun angka reproduksinya sudah jadi 1,07 persen dan juga tingkat hunian ICU menurun,” bebernya.

Namun demikian, menurut Dicky, pastinya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempunyai pertimbangan lain, mengapa Ibu Kota kembali menerapkan PSBB transisi.

“Artinya secara global kembali, belum ideal untuk transisi dari sudut epidemologi belum ideal. Namun ada pertimbangan lain ya,” tandasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini