Klaster Keluarga Penyumbang Kasus Covid-19 Tertinggi di Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 14 Oktober 2020 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 338 2293504 klaster-keluarga-penyumbang-kasus-covid-19-tertinggi-di-bogor-PUZodn8V18.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

BOGOR – Klaster keluarga jadi penyumbang tertinggi kasus positif Covid-19 di Kota Bogor. Namun jika dibedah lebih dalam, adanya klaster keluarga mayoritas berasal dari perkantoran.

"Kami lihat trennya masih sama, klaster terbesar adalah klaster keluarga. Apabila didalami klaster keluarga itu disebabkan atau terpapar karena dua hal. Pertama karena dari tempat kerja dan kedua dari luar kota," kata Bima, Rabu (14/10/2020).

Sementara, penularan dari area publik seperti rumah makan atau restoran justru presentasenya jauh lebih kecil. Karena itu, pihaknya sepakat akan lebih menguatkan pengawasan di lingkungan perkantoran.

"Kami imbau perkantoran membentuk satgas sendiri. Nanti akan kita cek berdasarkan di wilayah apakah seluruh kantor sudah memiliki satgas yang akan berkoordinasi dengan satgas Kota Bogor," ungkapnya.

Berikut data lengkap klaster covid-19 dari Satgas Covid-19 Kota Bogor Per Minggu 11 Oktober 2020 :

Data klaster :

1. Rumah tangga (729 kasus/46%).

2. Luar kota (422 kasus/27%).

3. Non klaster (212 kasus/13%).

4. Faskes (87 kasus/6%).

5. Perkantoran (66 kasus/4%).

6. Perkantoran pusat perbrlanjaan (27 kasus/2%).

7. Kegiatan keagamaan (22 kasus/1%).

8. Pasar tradisional (8 kasus/1%).

9. Transportasi umum (5 kasus).

10. Penginapan/asrama (1 kasus).

Total 1.579 kasus.

Baca Juga : 4 Tower RSD Wisma Atlet Rawat 2.649 Pasien Positif Covid-19 

A. Klaster Rumah Rangga :

Jumlah keluarga per 11 Oktober 2020 (277 kasus).

Jumlah pasien per 11 Oktober 2020 (740 kasus).

Jumlah kelurahan per 11 Oktober 2020 (62 kelurahan).

1. Tidak berpergian (29 kasus/32%).

2. Ada anggota keluarga yang bekerja (40 kasus/44%).

3. Pergi bekerja (2 kasus/2%).

4. Merawat keluarga yang sakit (7 kasus/8%).

5. Melayat yang meninggal (1 kasus/1%).

6. Berobat sakit (2 kasus/2%).

7. Acara keluarga (2 kasus/2%).

8. Perjalanan ke luar kota (6 kasus/6%).

9. Ke pasar (1 kasus/1%).

Total : 90 kasus.

Non klaster :

1. Berobat/sakit bergejala (24 kasus/49%).

2. Bekerja (15 kasus/31%).

3. Skrining/syarat masuk kerja/ke luar kota (2 kasus/4%).

Total : 49 kasus.

Klaster perkantoran :

1. Dinas Dalduk (3 kasus/23%).

2. Kantor dan litbang kehutanan (2 kasus/15%).

3. PT Goodyear (1 kasus/8%).

4. Kecamatan Bogor Timur (1 kasus/8%).

5. PT Daya Hidup Semesta (1 kasus/8%).

6. Bank Mandiri Semplak (1 kasus/8%).

7. Bank BRI Syariah (1 kasus/8%).

8. PT Novel Indraprasta (1 kasus/8%).

9. Bank Mega Syariah (1 kasus/8%).

10. Tidak Diketahui (1 kasus/8%).

Total : 13 kasus.

Klaster faskes :

1. RS Medika Dramaga (3 kasus/38%).

2. RS Melania (1 kasus/13%).

3. RS BMC (1 kasus/13%).

4. RSUD Kota Bogor (1 kasus/13%).

5. RS PMI (1 kasus/13%).

6. RS Islam (1 kasus/13%).

Total : 8 kasus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini