Polisi Tangkap 6 Pelaku Kericuhan Demo di Daan Mogot Tangerang

Isty Maulidya, Okezone · Rabu 14 Oktober 2020 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 338 2293513 polisi-tangkap-6-pelaku-kericuhan-demo-di-daan-mogot-tangerang-SSAt3gdqBo.jpg Konferensi Polres Metro Tangerang. (Foto: Okezone.com/Isty M)

TANGERANG – Pihak Polres Metro Tangerang Kota mengamankan 6 orang diduga pelaku kericuhan, saat demo buruh menolak pengesahan UU Cipta Kerja di Jalan Daan Mogot, Batu Ceper, Kota Tangerang, Kamis (8/10/2020). Enam pelaku diduga pelaku pelemparan baru dan perusakan mobil polisi.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengatakan, 4 tersangka di antaranya pelajar, 1 orang buruh dan 1 seorang pengangguran. Pelaku juga memiliki peranan masing-masing dalam melakukan aksi anarkis.

"Ada 6 yang diamankan, 4 diantaranya adalah pelajar, 1 orang buruh, dan 1 orang pengangguran," ujar Sugeng di Mapolrestro Tangerang Kota pada Rabu (14/10/2020).

(Foto: Okezone.com/Isty Maulida)

Masing-masing tersangka memiliki peran berbeda saat kericuhan terjadi. Tersangka EBP menendang dan melempar batu ke polisi. Tersangka DG melempar batu dan merusak tutup tangki bensin mobil petugas.

Baca juga: Polisi Tangkap 1.377 Demonstran, 5 di Antaranya Anak SD

Tersangka MTS melempar batu kepada petugas dan melempar botol kepada mobil patroli. Sementara tersangka MS, S, dan MI merusak mobil dengan menginjak atap dan menendang pintu.

"Ada enam tersangka yang diamankan, mereka semua diduga merusak mobil polisi dan juga melakukan tindak kekerasan kepada petugas. Mereka masing-masing memiliki peran berbeda," ucap Sugeng.

Polisi sampai saat ini masih mendalami, apakah aksi anarkis tersebut terorganisir atau tidak. Pihaknya pun masih memeriksa percakapan di telefon genggam milik para tersangka.

"Hingga saat ini belum ada indikasi adanya pemberian uang kepada para pelaku dari komunikasi HP yang bersangkutan, hanya bersifat ajakan saja, belum mendalami sampai ke sana. Seandainya memang ada yang mendanai akan kita proses," ungkapnya.

Para tersangka pun diancam dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara, Pasal 212 juncto Pasal 213 KUHP ancaman hukuman 8 tahun 6 bulan, dan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini