Demo Omnibus Law, Puluhan Remaja Dapat Ajakan dari Media Sosial

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Rabu 14 Oktober 2020 21:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 338 2293756 demo-omnibus-law-puluhan-remaja-dapat-ajakan-dari-media-sosial-iDLdkfr6EK.jpg Demo menolak UU Cipta Kerja (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mayoritas remaja yang diamankan saat ingin mengikuti aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Omnibuslaw Cipta Kerja pada Selasa 13 Oktober 2020 kemarin mengaku mendapat ajakan dari sosial media. Dalam Whats App Group itu terdapat banyak ajakan untuk melakukan aksi demonstarasi di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Kapolsek Pulogadung, Kompol Beddy Suwendy mengatakan, setelah mengamankan 47 pelajar di kawasan Pulogadung pihaknya pun ikut menyita telepon seluler milik para pelajar. "Kita dapati ternyata mereka mendapat ajakan melakukan demo dari sosial media dan di dalam nya terdapat banyak group," kata Beddy di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (13/10/2020).

Baca Juga:  Sosialisasi ke Forkopimda, Mahfud MD: UU Ciptaker Pangkas Birokrasi yang Berbelit-Belit

Beddy menerangkan, dari keterangan para pelajar yang diamankan, tidak didapati adanya imbalan dalam mengikuti aksi unjuk rasa tersebut. Alasan mereka mengikuti demo karena ingin terlibat seperti anak-anak sekolah lainnya. "Mereka ini kan semuanya masih berstatus pelajar, rata-rata ya hanya karena ajakan teman saja," ujarnya.

Beddy menuturkan, pelajar yang diamankan di kawasan Pulogadung pada aksi unjuk rasa kemarin karena diduga ingin ikut dalam kelompok anarkis yang suka membuat onar saat unjuk rasa berlangsung. "Mereka jalan bergerombol menuju Monas bilangnya ingin ikut demo. Untuk menghindari kericuhan karena itu kita amankan," tuturnya.

Baca Juga:  Demo UU Ciptaker Rusuh, Polresta Malang Selidiki Keterlibatan Kelompok Anarko

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini