Istri Histeris Dapati Suami Gantung Diri Selepas Subuh

Hambali, Okezone · Kamis 15 Oktober 2020 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 338 2293995 istri-histeris-dapati-suami-gantung-diri-selepas-subuh-TQtwESv1oa.jpg Rumah pria yang diduga korban gantung diri. Foto: Hambali

TANGERANG SELATAN - Seorang pria yang berprofesi sebagai Office Boy (OB) bernama Sukarno ditemukan tewas karena diduga gantung diri di kamar mandi kontrakannya di Jalan Alam Segar I, RT03 RW08, Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (15/10/2020).

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh istrinya pagi tadi selepas subuh sekira pukul 05.00 WIB. Mba Ning, sapaan istrinya, terdengar berteriak histeris meminta tolong. Para tetangga kontrakan spontan berkumpul dan melihat Sukarno tergantung di atap kamar mandi.

"Tadi pagi istrinya teriak. Sekira abis waktu subuh," ucap Imam (39), tetangga kontrakan korban kepada Okezone.

Sukarno tinggal bersama istri dan 2 anaknya yang masih kecil. Kesehariannya disebutkan bekerja sebagai OB di salah satu kantor di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sukarno baru 2 bulan ini membeli seunit mobil bekas merek jenis minibus.

"Baru sekira 2 bulan ini habis beli mobil bekas, beli cash. Terus dimodif segala macam, lumayanlah harganya," jelas Imam.

Baca Juga: Usai Tenggak Racun, Pria di Enrekang Dinyatakan Positif Covid-19 

Polisi yang datang ke lokasi tak menemukan kejanggalan bekas kekerasan fisik di tubuh korban. Setelah sempat dibawa ke RSU Tangsel, pihak keluarga lantas membawa jenazah Sukarno ke kampung halaman di Blora, Jawa Tengah.

"Tadi ibu-ibu tetangga kontrakan pada ikut naik mobilnya nganter ke Blora. Kalau saya kebetulan nggak ikut karena punya anak kecil," ucap Imam.

Tetangga lainnya, Sasmadi (43), menuturkan, almarhum Sukarno sebelumnya bekerja sebagai buruh kasar bangunan. Sedangkan istrinya, Mba Ning, mencari tambahan dengan cuci-gosok di salah satu kompleks perumahan.

"Dulunya kenek bangunan. Terus majikan tempat istrinya kerja bantu masukin dia (almarhum) jadi OB di kementerian. Jadi setiap hari kan berangkat pagi pukul 05.00 WIB pulang pukul 07.00 WIB," tuturnya.

Baca Juga: Sering Melamun, Pemuda di Bekasi Gantung Diri Pakai Selendang

Tetangga menilai sikap korban sedikit tertutup. Ibadahnya terbilang rajin jika sedang berada di kontrakan. Tak ada keributan yang terdengar dalam rumah tangganya. Hal itulah yang membuat tetangga merasa tak percaya Sukarno memilih jalan singkat mengakhiri hidup.

"Nggak ada ribut, nggak ada apa. Karena orangnya kan rada tertutup juga," sambung Sasmadi.

Pihak kepolisian sendiri belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian ini. Beberapa petugas dari Polsek Pamulang terlihat mengecek lokasi kejadian dan memasang garis polisi di kamar kontrakan korban.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini