Pemkot Bekasi Prioritaskan Petugas Medis, TNI dan Polri Terima Vaksin Covid-19

Wisnu Yusep, Okezone · Kamis 15 Oktober 2020 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 338 2294171 pemkot-bekasi-prioritaskan-petugas-medis-tni-dan-polri-terima-vaksin-covid-19-oYVJUV9B0Q.jpg Polisi jadi salah satu elemen masyarakat yang dapat prioritas Vaksin Covid-19 (Foto: Okezone/Wisnu)

BEKASI – Sebanyak 20 persen warga Kota Bekasi akan diberikan vaksin virus corona atau Covid-19 di tahap pertama November 2020 mendatang. Ada sebanyak 480.000 vaksin Covid-19 yang diberikan ke Pemerintah Kota Bekasi.

"Jadi rencana kegiatan vaksin di Kota Bekasi sudah disusun mikro planning namanya, jadi persiapan untuk pelaksanaan kegiatan, memang sudah ditetapkan bahwa vaksin itu akan dilaksanakan awal 2021," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Dezi Syukrawati kepada wartawan, Kamis (15/10/2020).

Penerima vaksin itu, lanjut Dezi, merupakan kelompok yang rentan atau sering bersinggungan langsung dengan orang banyak seperti petugas medis.

"Iya tenaga medis masuk kelompok berisiko, nanti akan dilakukan vaksinasi juga. Dia (petugas medis) kan masuk kelompok berisiko yang juga harus divaksin," kata dia.

Selain petugas medis, lanjut dia, kelompok masyarakat yang bersinggungan langsung dengan pelayanan publik seperti TNI, Polri, Dishub juga akan menjadi prioritas penyuntikan vaksin.

"Karena memang (mereka) kontak langsung dengan masyarakat dan sangat berisiko tertular Covid-19, sementara dia harus tetap melayani. Makanya mereka didahulukan," kata dia.

Adapun penerima vaksin dari segi usia yakni 18 sampai 59 tahun. Mereka secara bertahap akan diberikan vaksin Covid-19 itu. Sebelum menerima vaksin, nantinya mereka akan menjalani sejumlah proses pemeriksaan.

"Nanti saat pelaksanaan akan diperiksa kondisi yang akan divaksin, ada kriterianya, jadi enggak semua orang asal (memperoleh vaksin). Harus dicek kesehatannya dulu. Kalau saat jadwal vaksin itu dia dalam kondisi baik, maka akan dilakukan (penyuntikan vaksin)," ungkap dia.

Dezi menegaskan, vaksin yang akan diberikan sebanyak 480.000 itu nanti akan distribusikan dalam bentuk penjadwalan yang dilakukan oleh puskesmas kemudian berdasakan wilayah. Sejauh ini, pihaknya masih mengumpulkan data.

"Kami sedang mengumpulkan data sasaran, siapa saja yang harus divaksin dan mulai kapan pelaksanaannya akan diinformasikan selanjutnya," kata dia.

Dezi pun kembali menegaskan, vaksin Covid-19 itu tidak serta merta begitu saja diberikan kepada masyarakat. Ada kriteria bagi penerima vaksi itu. Semisal bagi mereka yang tengah sakit, penyakit bawaan, maka mereka ditunda atau harus menunggu.

"Kalau dalam kondisi tertentu atau saat jadwal vaksin dia dalam kondisi suhunya tinggi, pasti akan ditunda, ada penyakit penyerta berat, juga ditunda. Jadi itu kriteria yang jadi perhatian kita. Jadi saat pelaksanaan masyarakat wajib dicek kesehatannya," kata Dezi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini