Secercah Harapan Penggali Makam Pondok Ranggon di Tengah Pandemi

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Kamis 15 Oktober 2020 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 338 2294206 secercah-harapan-penggali-makam-pondok-ranggon-di-tengah-pandemi-p6T1jz5JKg.jpg Foto: Sindonews

JAKARTA – Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Cipayung mengalami penurunan. Kendati demikian, penggali makam di TPU tersebut tetap bekerja.

(Baca juga: Sejak PSBB Diperketat, Jumlah Jenazah yang Dimakamkan di Pondok Ranggon Menurun)

Di sisi lain, Peraturan Daerah tentang penanggulangan Covid-19 di Jakarta akan segera disahkan pada pekan depan. Beberapa hal akan diatur salah satunya terkait denda bagi warga yang menolak saat dilakukan tes swab dan mereka yang tidak menerima apabila anggota keluarga yang meninggal dunia harus dimakamkan melalui protokol kesehatan.

Perda itu sendiri disambut baik oleh penggali makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Salah satunya Nadi.

(Baca juga: Anies Dorong UMKM Manfaatkan Peluang di Tengah Pandemi)

"Selama ini belum ada yang seperti itu. Alhamdulillah semua mengikuti protapnya. sempat gak mau tapi akhirnya mau juga karena pihak keluarga menyadiri hal itu," ujar Nadi saat dihubungi, Kamis (15/10/2020).

Melalui Perda itu Nadi berharap kedepannya tidak ada lagi prasangka buruk dari pihak keluarga kepada para penggali makam yang bertugas di TPU Pondok Ranggon. Pasalnya, masih ada keluarga yang tak terima dengan prosesi pemakan pasien Covid-19.

"Harapannya gini, jika sudah ada peraturan yang tegas, nah keluarga juga harus menyadari, yang sering terjadi di sini itu, kami sebagai petugas itu kadang-kadang kami diomelin ada yang bilang pemakamannya tidak manusiawi. Karena katanya banyak larangan, seperti tidak mendekati jenazah," katanya.

Padahal, dikatakan Nadi, tidak ada larangan seperti yang dimaksud anggota keluarga tersebut. Menurut dia, itu hanya salah paham saja. Sebab, lanjut dia, para penggali hanya meminta anggota keluarga untuk sedikit menjauh saat petugas sedang menurunkan peti jenazah ke dalam liang lahat.

"Di sini alhamdulillah kita enggak ada larangan, setiap kami turunkan jenazah ke liang lahat kami meminta agar keluarga agak menjauh dulu, karena kami turunkan petinya itu sekitar 6 orang. Nah setelah petinya turun, kalau mau diazankan itu dipersilahkan satu orang perwakilan. Tapi sama masyarakat didengarnya agak berbeda," ungkapnya.

Hal itu dilakukan kata dia agar para penggali dapat segera menyelesaikan tugas karena dalam sehari jenazah yang harus dimakamkan itu lebih dari 10 jenazah. Tak hanya itu, kata dia, petugas juga secara sukarela membuatkan papan nama di lahan pemakaman khusus Covid-19.

"Kami selalu mengikuti kemauan keluarga, minta di adzanin kami ikuti. Sampai nama papan pun kami kasih. Di sini kami ada swadaya dari sesama pekerja ada yang bikinin," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini