Tukang Bubur Kena Tipu Pesanan Fiktif, Motor Digasak Pelaku

Isty Maulidya, Okezone · Kamis 15 Oktober 2020 21:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 338 2294385 tukang-bubur-kena-tipu-pesanan-fiktif-motor-digasak-pelaku-hoEaopttyY.jpg Tersangka curanmor. (Foto: Okezone.com/Isty M)

TANGERANG - Seorang pria berinisial D alias G ditangkap petugas Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), akibat melakukan pencurian sepeda motor. Tersangka mengaku bekerja di Bandara Soetta dan berpura-pura memesan bubur sebanyak 500 porsi untuk kepentingan sebuah acara.

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra menjelaskan, setelah memesan bubur, pelaku kemudian mengajak korban ke Terminal 2 Bandara Soetta dengan dalih memeriksa tempat acara. Korban kemudian mengiyakan ajakan tersangka dan pergi berboncengan dengan tersangka. 

"Pada hari Kamis, 08 Oktober 2020 korban bertemu dengan tersangka di tempat biasa korban berjualan. Tersangka menawarkan kerja sama katering bubur ayam untuk karyawan Bandara Soetta dengan tawaran awal 500 porsi. Beoknya, tersangka mengajak korban ke bandara untuk mengecek lokasi order," ujar Adi di Mapolresta Bandara Soetta, Kamis (15/10/2020).

Foto: Isty Maulida.

Sesampainya di parkiran Terminal 2 Bandara Soetta, tersangka meminjam motor korban beserta STNK-nya untuk membuat pass bandara. Tersangka juga beralasan STNK tersebut digunakan untuk keluar dari area parkir. 

Baca juga: Sepi Orderan saat Pandemi, 2 Penjahit di Tanjung Duren Nekat Curi Motor

Korban yang terpedaya menyerahkan kunci motor dan STNK kepada pelaku, namun setelah ditunggu beberapa jam tersangka tidak kembali dan korban menyadari bahwa dirinya telah ditipu. 

"Saat di tempat parkir, pelaku ini meminjam motor dan STNK korban dengan alasan membuat pass bandara. Namun pelaku tidak kembali dan korban menyadari bahwa dia telah menjadi korban penipuan," lanjut Adi. 

Korban kemudian melapor ke Polres Bandara Soetta dan akhirnya langsung ditangani penyelidik Reskrim Polres setempat. Setelah diselidiki, ternyata ditemukan 9 penadah yang membantu penjualan motor curian tersebut 

"Kita selidiki, ternyata motor merk Yamaha Nmax keluaran 2020 itu, bukan hanya berada di tangan satu orang, melainkan sudah berada di tangan penadah ke sepuluh di Pandeglang," lanjut Kapolres. 

Tersangka saat ini kenakan Pasal 378 KUHPidana dan Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Tersangka utama sendiri diketahui seorang residivis dengan kasus serupa. 

"Tersangka utama diketahui merupakan residivis atas kasus serupa," pungkasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini