Hanya 30 Persen Warga Bogor Disiplin Cuci Tangan

Haryudi, Koran SI · Jum'at 16 Oktober 2020 08:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 338 2294477 hanya-30-persen-warga-bogor-disiplin-cuci-tangan-2fMWIzWsdq.jpeg Bima Arya mencontohkan cara mencuci tangan yang baik dan benar. (Foto: Sindonews)

BOGOR - Sebagian besar warga Kota Bogor disebut belum disiplin melaksanakan cuci tangan untuk mencegah penularan Covid-19. Data itu berdasarkan hasil survei Pemkot Bogor dengan tim riset Social Resilience Lab Nanyang Technological University, Singapura.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, protokol kesehatan yang paling mudah dilakukan menurut warga Bogor yaitu menggunakan masker. Sementara jaga jarak dan mencuci tangan dianggap sebagai protokol kesehatan yang sulit dilakukan.

"Ada 8,1 persen warga yang mengaku jarang atau kadang-kadang cuci tangan. Lalu 59 persen sering cuci tangan dan 30 persen selalu cuci tangan. Padahal kan kita inginnya yang selalu cuci tangan ini 80 persen. Menjadikan cuci tangan ini kebiasaan merupakan pekerjaan rumah kita,” kata Bima Arya di acara hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) se-dunia di Taman Ekspresi, Sempur, Bogor, Kamis (15/10/2020).

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Menurutnya, kebiasaan cuci tangan pakai sabun dan dengan air mengalir ini harus terus didorong. Karena data di Kota Bogor menunjukan keluarga menjadi salah satu klaster penularan covid-19 yang cukup tinggi.

“Klaster keluarga ini terpapar dari aktivitas di luar rumah. Jadi harus dibiasakan pulang dari kantor atau dari luar cuci tangan pakai sabun, sebelum dan sesudah makan cuci tangan, dan aktivitas lainnya. Karena ini adalah benteng terakhir warga, ya cuci tangan,” ucapnya.

Baca juga: Tangkal Covid-19, Dinkes DKI Dorong Gerakan Cuci Tangan Masuk Ekskul di Sekolah

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yane Ardian yang merupakan istri Bima Arya mengatakan, peringatan CTPS ini digelar untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Menurutnya, langkah ini efektif dan terjangkau untuk mencegah timbulnya penyakit dari bakteri dan virus yang menempel di tangan.

“Kegiatan hari ini untuk mengingatkan kembali, bukan program baru bagi PKK. Karena cuci tangan pakai sabun dan dengan air mengalir ini merupakan salah satu indikator dari PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang merupakan program pokok PKK. Jadi PKK itu punya peran mensosialisasikan berbagai program, termasuk cuci tangan,” ucap Yane.

Yane menambahkan, masih ada masyarakat yang abai dan menganggap cuci tangan ini bukan merupakan suatu yang penting. Menurutnya masyarakat perlu menjadikan gerakan cuci tangan sebagai upaya melawan covid-19.

Yane pun mengingatkan tempat cuci tangan harus disedikan di setiap rumah dan tempat. Gerakan cuci tangan juga diharap mampu menghindarkan kelompok masyarakat rentan tertular covid-19.

“Sarana CTPS wajib ada di setiap rumah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Kebiasaan ini harus dimulai dari anak usia dini. Jadi keterlibatan anak-anak di sini sebagai simbol ke arah sana. Untuk membiasakan mereka juga,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini