Polisi: Pelajar Jangan Mau Dimanfaatkan Berbuat Rusuh saat Demo

Ari Sandita Murti, Sindonews · Jum'at 16 Oktober 2020 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 338 2294742 polisi-pelajar-jangan-mau-dimanfaatkan-berbuat-rusuh-saat-demo-mNoTq1U3Ux.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Polisi meminta agar para pelajar di kawasan Jakarta Selatan untuk tidak terlibat aksi demo, dan jangan mau untuk dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk berbuat kerusuhan, khususnya saat ada demo.

Wakapolres Jakarta Selatan, AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, polisi mengamankan ratusan pelajar di wilayah Jakarta Selatan yang hendak terlibat aksi demo. Sejauh ini, mereka mengaku hanya ikut-ikutan karena menerima ajakan di media sosial. Padahal, mereka tak tahu apa yang tengah didemokan tersebut.

Maka itu, kata dia, polisi menduga ada pihak yang memprovokasi agar pelajar terlibat demo dan berbuat kerusuhan. Pihak itu diduga hendak memanfaatkan para pelajar dan menjadikan mereka sebagai kambing hitam.

"Sebab, dari sejumlah kasus keributan itu terlihat adik-adik ini yang memunculkan pertama, makanya jangan sampai adik-adik ini dimanfaatkan pihak yang tak bertanggung jawab, dijadikan kambing hitam, menjadi korban provokasi, apalagi melakukan tindak pidana," kata Antonius pada wartawan, Jumat (16/10/2020).

 Baca juga:

 Cegah Pelajar Ikut Demo, Polisi Gandeng Sudin Pendidikan dan Kepsek   

Demo BEM Seluruh Indonesia, Begini Kondisi Terkini Kawasan Patung Kuda

Antisipasi Demo Ricuh, Polres Jaksel Jaga Pusat Perbelanjaan

Dia menerangkan, polisi bakal terus melakukan razia sebagai tindak pencegahan tersebut. Para siswa yang diamankan karena hendak ke lokasi demo tentunya bakal dilakukan pembinaan dan edukasi sebelum dikembalikan ke orangtuanya.

"Lalu, data dari siswa yang diamankan itu kami ada lengkap dan detil, saat sudah diingatkan dan ada yang diamankan lebih dari tiga kali, nah ini perlu perhatian khusus karena tak bisa dengan pembinaan biasa saja," tuturnya.

Adapun pelajar yang bandel itu, tambahnya, bakal diberikan pembinaan khusus dengan pihak Sudin Pendidikan Jaksel dan sekolahnya pula, termasuk orangtuanya. Disamping itu, polisi juga bakal terus melakukan rapid test pada pelajar yang diamankan guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Rapid test tetap dilaksanakan ke depan mengingat ada yang sampai reaktif kan saat diamankan. Lalu, jangan sampai saat ada yang reaktif pulang ke rumahnya malah menyebar itu, makanya kita langsung memutus dan membawa ke Wisma Atlit," pungkasnya.

 

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini