Wanita di Bekasi "Rutin" Mencuri Bersama Kekasih Gelap, Warung Jadi Sasaran

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Sabtu 17 Oktober 2020 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 338 2295002 wanita-di-bekasi-rutin-mencuri-bersama-kekasih-gelap-warung-jadi-sasaran-qXNDfIzr9T.jpg Foto: Shutterstock

BEKASI - Seorang mahasiswi nekat mencuri di sebuah warung yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi. Aksi pencurian yang dilakukan oleh tersangka AE (23), sempat meresahkan warga Bekasi, lantaran aksinya sempat terekam CCTV dan viral media sosial.

Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Selatan, Kompol Sukadi mengatakan, tersangka merupakan gadis putus kuliah berhasil diamankan setelah CCTV yang merekam jelas wajahnya di sebuah warung pada 7 Oktober 2020."

"Iya sudah ketangkap, dari hasil identifikasi rekaman CCTV," katanya.

Sukadi menuturkan dari hasil pemeriksaan selama dua bulan terakhir, tersangka telah melancarkan aksinya sebanyak enam kali. Empat kali mencuri ponsel di warung, satu kali mencuri uang sebesar Rp 600 ribu dan satu mencuri sepeda motor.

"Tersangka menjalankan aksinya bersama kekasih gelapnya berinisal YT yang saat ini masih buron," ujarnya. Untuk modus operandinya, tersangka bersama kekasih gelapnya mengincar warung nasi. Keduanya berpura- pura membeli mengalihkan perhatian untuk mencuri ponsel milik warung nasi.

"Sasarannya warung nasi, kalau ada HP tergeletak, terus pura-pura pesen ini pesen itu yang punya warung meleng yaudah disikat," ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan, tersangka nekat melakukan pencurian dikarenakan untuk biaya hidup sehari-hari dan bayar kontrakan. AE itu merupakan mahasiswa semester enam yang putus kuliah dan tinggal bersama ayah tirinya karena ada masalah, sehingga memilih keluar rumah dan hidup sendiri. Saat hidup sendiri, AE bertemu dengan tersangka YT lalu menjalin hubungan diluar nikah hingga memiliki anak.

"AE dan YT tidak menjalin hubungan gelap sampai hamil. Sekarang anaknya usia 10 bulan," ungkapnya. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 tentang Pencurian dan Pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini