Pakar Kesehatan: Kasus Corona di Jakarta Belum Terkendali

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 17 Oktober 2020 06:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 338 2295028 pakar-kesehatan-kasus-corona-di-jakarta-belum-terkendali-IidCwMdP8u.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

JAKARTA - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra menekankan bahwa kasus corona (Covid-19) di Jakarta belum terkendali sepenuhnya. Sebab, angka harian pertambahan kasus corona di Jakarta masih menembus 1.000 ke atas.

"Kalau kita lihat di DKI ini memang ada penurunan angka, tetapi kasus masih seribuan kasus dan itu masih bisa kita katakan belum terkendali. Belum signifikan," ujar Hermawan saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (17/10/2020).

Menurut Hermawan, perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia memang menarik. Ia menilai pada periode tertentu, kasus corona mengalami stagnansi atau tidak ada perubahan. Tetapi, pada periode tertentu, kasus corona bisa tiba-tiba naik kembali secara signifikan.

"Oleh karena itu perlu upaya-upaya signifikan untuk mengendalikan Covid ini baik secara individu, komunitas, ataupun kebijakan," ucap Hermawan.

"Mudah-mudahan akhir 2020 ini, ada kesadaran kolektif baik masyarakat maupun pemerintah untuk sama-sama mengendalikan Covid-19," pungkasnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diunggah oleh Satgas Penanganan Covid-19, DKI Jakarta masih menjadi provinsi penyumbang kasus positif corona terbanyak pada Jumat, 17 Oktober 2020. Kasus corona di Jakarta bertambah sebanyak 1.045 kasus.

DKI Jakarta kerap menjadi daerah terbanyak kasus positif corona sejak Covid-19 mewabah di Indonesia. Hal itu disebut karena masifnyap testing dan tracing di Jakarta. Namun memang, kasus corona di Jakarta dalam beberapa waktu belakangan ini justru stagnan bertambah di angka 1.000.

Hingga saat ini, Satgas sendiri mencatat ada penambahan kasus positif sebanyak 4.301 orang sehingga akumulasinya adalah 353.461 di Indonesia. Sedangkan penambahan kasus sembuh mencapai 3.883 sehingga akumulasinya 277.544. Adapun, pasien meninggal bertambah 79 sehingga totalnya 12.347.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini