Viral Pria Jasa Bersih Kaca Mobil Diduga Palak Sopir di Exit Tol Bitung

Hambali, Okezone · Sabtu 17 Oktober 2020 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 338 2295279 viral-pira-jasa-bersih-kaca-mobil-diduga-palak-sopir-di-exit-tol-bitung-k2ltj3d5kI.jpg Foto: Tangkapan layar medsos @_agungsetyadi

TANGERANG - Media sosial dihebohkan kabar pemalakan di pintu keluar Tol Curug, Tangerang. Modus pelaku awalnya memberikan jasa bersih-bersih kaca mobil. 

Usai menyemprotkan pewangi, lantas pria tersebut memaksa meminta uang dari sopir kendaraan. Mayoritas korbannya adalah sopir truk atau mobil barang lainnya. Akun @_agungsetyadi memosting cuitan itu pada Sabtu (17/12020) siang.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Curug Kompol MH Panjaitan mengaku telah menerjunkan jajarannya ke lokasi. Sementara ini, kata dia, telah ada satu orang yang diamankan. Diduga pria tersebut adalah pelaku yang disebut melakukan pemalakan terhadap kendaraan yang melintas.

"Jadi benar itu. Kanitreskrim saya itu lagi mengamankan kan 1 orang. Itu orang yang sering-sering mengelap kaca, terus ngasih-ngasih semacam pembersih kaca. Terus ya terkadang ada yang ngasih jasa Rp2 ribu atau berapa gitu, tapi dia enggak maksa menurut Kanitreskrim saya," ucapnya. 

Polisi langsung melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku pemalakan. Namun Panjaitan menerangkan, hingga saat ini belum ada laporan dari korban pemalakan. Dari penyelidikan sementara, terduga pelaku membantah adanya pemaksaan dalam jasa bersih-bersih yang diberikan.

Baca juga: Viral Perempuan di Tasik Hamil 1 Jam, Tiba-tiba Melahirkan Bayi Laki-laki 

"Modusnya pakai kemoceng, ada juga kanebonya, jadinya dilap dulu kacanya. Yang ngasih ya ngasih yang enggak ya enggak. Cuma sampai sekarang ini kita juga tidak pernah ada yang laporan gitu, bahwasanya dia dipalak, dipaksa dimintain duit," jelasnya.

Dilanjutkan dia, pihaknya masih mendalami apakah memang terjadi pemaksaan terhadap pengemudi atas jasa bersih-bersih kaca mobil atau tidak. Jika terbukti, maka ada konsekuensi hukum terhadap pelaku. Namun upaya demikian diambil setelah ada laporan korban serta barang bukti di lapangan.

"Ini harus kita proses hukum, karena sudah mengganggu keamanan orang banyak. Merupakan gangguan Kamtibmas juga, sepanjang memang ada yg lapor. Karena kan proses hukum harus begitu, ada korbannya, ada tersangkanya, ada barang buktinya," tegasnya.

Menurut Panjaitan, sebenarnya pada titik exit tol di lokasi terdapat petugas yang rutin mengatur lalu lintas, pada waktu pagi dan sore hari.

"Di situ kan ada anggota kita. Malah ada yang stationer (tetap) itu mengatur lalu lintas itu, pagi sore. Cuma kalau ada kita mungkin dia Enggak ada," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini