549 Bencana Melanda Kota Bogor, Terbanyak Tanah Longsor

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 19 Oktober 2020 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 338 2295861 549-bencana-melanda-kota-bogor-terbanyak-tanah-longsor-JAxWzOVLyW.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

BOGOR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Bogor mencatat, sebanyak 549 bencana terhitung sejak Januari hingga September 2020. Terbanyak, adalah bencana tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Priyatnasyam Syah mengatakan, dari ratusan bencana tersebut tanah longsor menempati peringkat pertama dengan 228 kejadian, kedua rumah roboh 114 kejadian dan ketiga pohon tumbang 77 kejadian. Sisanya adalah kebakaran, banjir, angin kencang dan lainnya.

"Kepala Keluarga (KK) terdampak 602 dan 1.990 jiwa," kata Priyatna, dalam keterangannya, Senin (19/10/2020).

Baca juga:

Indonesia Masuk dalam 35 Negara dengan Ancaman Bencana Tertinggi di Dunia

Antisipasi Bencana saat Pandemi, Mensos: Kapasitas Tenda Pengungsi Dikurangi

BNPB Catat 2.162 Bencana Sepanjang 2020, Lebih dari 4,4 Juta Orang Terdampak

Dari jumlah tersebut, adapun kerugian materi yang dialami yakni rumah rusak ringan 314, rusak sedang 125 dan rusak berat 99. Dengan korban jiwa sebanyak 4 orang, luka ringan 15 orang dan luka berat 3 orang.

"Untuk kendaraan terdampak ada 9 mobil dan 15 motor," tambahnya.

Sedangkan, untuk wilayah yang paling rawan bencana khususnya tanah longsor berada di Kecamatan Bogor Selatan. Hal tersebut dikarenakan letaknya berada di dataran tinggi dekat dengan kaki Gunung Salak.

"Kejadian longsor paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Bogor Selatan. Ini menjadi perhatian kami untuk menanggulanginya," ungkap Priyatna.

 

Terpisah, Camat Bogor Selatan Hidayatulloh mengaku bahwa wilayahnya memang rawan bencana. Ia pun minta seluruh kelurahan untuk mewaspadai potensi bencana yang terjadi sampai akhir tahun 2020.

"Ini kan sudah memasuki musim penghujan. Jadi saya meminta seluruh Lurah untuk bersiaga," ucap Hidayatulloh.

Selain tanah longsor, banyak pula terdapat wilayah yang rawan pohon tumbang karena termakan usia. Kecamatan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Pemukima (Disperumkim) untuk melakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon tua.

"Ini gunanaya peta bencana kecamatan, agar selain mengetahui kondisi di lapangan secara ril, tapi juga tahu mitigasi bencana," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini