Undang 3 Pakar, Pansus Banjir Sebut DKI Belum Miliki Masterplan Pengendalian Banjir

Bima Setiyadi, Koran SI · Senin 19 Oktober 2020 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 338 2295996 undang-3-pakar-pansus-banjir-sebut-dki-belum-miliki-masterplan-pengendalian-banjir-9CWLmIcGlt.jpg Ketua Pansus Banjir Zita Anjani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Panitia Khusus (Pansus) banjir DPRD DKI Jakarta mengundang tiga pakar perkotaan untuk mencari tahu bagaimana mengendalikan banjir Ibu Kota. Salah satu masalahnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum memiliki masterplan terintegrasi pengendalian banjir.

Ketua Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani mengatakan, rapat pansus banjir yang digelar hari ini, Senin 19 Oktober 2020 itu mengundang rapat tiga pakar. Di antaranya yaitu, Pakar Bioteknologi Lingkungan Universitas Indonesia; Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga dan Yayat Supriyatna.

Baca Juga:  Pemprov DKI Siapkan 280 Perahu Karet untuk Evakuasi Korban Banjir 

Berdasarkan hasil diskusi, ketiganya kurang lebih memiliki pendapat yang sama, yaitu bahwa Pemprov DKI Jakarta belum memiliki keinginan politik baik secara program maupun anggaran untuk menuntaskan masalah banjir.

"Nanti dari pihak eksekutif bisa saja membantah punya narasi segala macam. Tapi yang jelas sampai hari ini warga Jakarta bisa merasakan banjir tidak selesai," kata Zita Anjani di DPRD DKI Jakarta, Senin (19/10/2020).

 

Zita menjelaskan, untuk mengendalikan banjir di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta selaku eksekutif yang menjalankan kegiatan harus memiliki keinginan politik dan keseriusan mengatasi banjir. Ketiga pakar itu, kata Zita memberi saran agar Pemprov DKI Jakarta membuat masterplan terintegrasi pengendalian banjir. Sehingga, ada indikator keberhasilan penanganan banjir.

"Masterplan yang kita gunakan ini tahun 1973 tapi kita belum ada mau ngomongin masalah-masalah yang integrated gitu. Misalnya, Pemprov DKI beli pompa, toa, pelebaran lahan, bikin polder segala macam itu apa dampaknya terhadap banjir? Mengurangi atau tidak? Gak ada indikator keberhasilannya. Jadi selama ini belanja-belanja saja tapi gak bisa diukur yang dibelanjakan berhasil atau tidak," ujarnya.

Baca Juga:  Wagub Ariza Buka-bukaan soal 3 Penyebab Banjir Jakarta

Politisi PAN itu pun berjanji akan menyelesaikan kerja pansus secara cepat dan ditargetkan pada bulan i i memberikan rekomendasi kepada Pemprov DKI Jakarta bagaimana secara program maupun anggaran untuk menuntaskan masalah banjir.

"Sehingga nanti hasil rekomendasi kami bisa dibaca publik dan tidak lagi nanti DPRD yang disalahkan karena DPRD sudah maksimal, sudah mengadakan pansus, mengundang expert, melakukan diskusi panjang, dan memberi rekomendasi, tapi tetap yang menjalankan adalah eksekutif. Jadi kuncinya ada di pak Gubernur," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini