Ini Hambatan Polisi saat Memburu Cai Changpan

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 19 Oktober 2020 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 338 2296005 ini-hambatan-polisi-saat-memburu-cai-changpan-MtGmQWkQRu.jpg Cai Changpan. (Foto: iNews)

JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengungkap hambatan saat memburu terpidana mati kasus narkoba, Cai Changpan yang melarikan diri dari Lapas Klas I Tangerang. 

"Selama pencarian yang memakan waktu kurang lebih sebulan, memang ada beberapa hambatan yang kami rasakan. Karena Cai Changpan dan istri tinggal di Tenjo cukup lama, mulai tahun 2003. Secara karakteristik dan geografis, dia cukup menguasai," kata Nana di  Mapolda Metro Jaya, Senin (19/10/2020).

Hal ini ditambah bukti dari pengakuan istri korban yang menyebut kalau Cai kerap masuk ke hutan untuk berburu. Dari sinilah diyakini kalau Cai memang sudah paham betul medan Hutan Tenjo. 

Polda Metro Jaya juga mendapat tambahan bantuan personel dari Brimob sebanyak 1 SSK, guna memburu terpidana mati kasus narkoba itu. 

Ratusan personel gabungan yang diturunkan tak sia-sia. Mereka mempersempit ruang gerak Cai di Hutan Tenjo hingga membuat Cai lari ke Hutan Jasinga yang ada di sebelah Hutan Tenjo. Saat berada di Hutan Jasinga, pelaku bersembunyi di sebuah pabrik pembakaran ban pada malam hari.

Baca juga: Cai Changpan Sudah 12 Jam Tewas Tergantung Sebelum Ditemukan 

"Ada indikasi, tanggal 20 ditemukan korban atau Cai Changpan, jadi terdesak dengan adanya anggota kami tim khusus gabungan. Sehingga ada rasa, tempat dia berlindung agak sulit. Karena anggota kami terus mobile. Sehingga ada jalan pintas dari yang bersangkutan untuk gantung diri di tempat pembakaran di Jasinga," ujar Nana.

Dari hasil autopsi ditemukan adanya luka tekan di leher. Namun, tidak ditemukan tanda kekerasan dan tidak adanya bukti yang menyatakan bahwa Cai Changpan di bawah pengaruh alkohol.

Cai Changpan alias Cai Ji Fan (CJF) kabur dari Lapas Kelas I Tangerang pada Jumat 18 September 2020 lalu. Ia kabur melalui sebuah lubang yang digalinya.

Dalam pelarian itu Cai Changpan diduga juga memanfaatkan kelengahan petugas sehingga dapat menggali lubang tanpa diketahui. Adapun Cai Ji Fan sendiri adalah narapidana Narkoba yang divonis hukuman mati sejak tahun 2017.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini