Polres Jaksel Tingkatkan Pengamanan Antisipasi Aksi Anarkisme

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 19 Oktober 2020 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 338 2296031 polres-jaksel-tingkatkan-pengamanan-antisipasi-aksi-anarkisme-cUI26qgAmK.jpg Foto: Okezone.com/Putera

JAKARTA - Polres Jakarta Selatan meningkatkan pengamanan untuk mengantisipasi adanya aksi anarkisme di wilayah tersebut. Upaya itu dilakukan dengan menggandeng TNI dan komunitas masyarakat

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budi Sartono mengungkapkan, hal itu dilakukan dalam rangka untuk mewujudkan Kamtibmas yang aman dari aksi anarkisme di wilayah Jakarta Selatan.

"Jadi apel hari ini kami bersama sama TNI Polri, Satpol PP juga datang. Kami bersama sama mengumpulkan seluruh ormas yang ada di jakarta selatan FKDM, Komunitas, Pokdar Kamtibmas, pokoknya seluruh komunitas-komunitas yang ada di Jakarta Selatan untuk sama sama kami melaksanakan apel siaga dalam rangka untuk mengamankan jakarta selatan yang aman dari anarkisme," kata Budi di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2020).

 Demo

Budi mengatakan, pihaknya menolak tegas aksi anarkisme dalam proses unjuk rasa. Ia merujuk pada aksi demo menolak UU Cipta Kerja beberapa hari yang lalu.

"Kami berkomitmen menolak bentuk anarkisme yang merusak fasilitas-fasilitas umum. Kita wujudkan jakarta selatan yang aman," ujar Budi.

Dalam hal ini, ratusan komunitas di Jakarta Selatan menggelar deklarasi 'Jaga Jakarta' untuk menolak anarkisme aksi demo. Apel itu juga dihadiri oleh Dandim O504, Kolonel Inf Ucu Yustiana.

 

Demi mencegah anarkisme, Polres Metro Jakarta Selatan dan Dandim 0504 gencar melakukan imbau sebagai upaya pencegahan agar aksi demo yang disinyalir masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan bisa berjalan aman dan lancar. Imbauan itu melalui media sosial maupun rembuh bersama tokoh masyarakat setempat.

"Untuk pencegahan mereka ini diperbantukan untuk mengamankan tempat-tempat yang sentra ekonomi, baik di pusat perbelanjaan maupun fasilitas umum. Tugas mereka adalah membantu TNI-Polri dengan kewenangan yang terbatas," ucapnya.

Sementara itu, Dandim O504, Kolonel Inf Ucu Yustiana mengatakan, sesuai UU bahwa TNI siap membackup Polri mengamankan aksi demo. Pihaknya akan menjaga objek vital hingga fasilitas umum untuk menghindari aksi anarkisme dari oknum-oknum tak bertanggung jawab.

"Pelibatan TNI sendiri sesuai UU, kami itu membantu polri dan pemda dalam rangka mewujudkan kamtibmas di wilayah. Bentuknya kami ada BKO dari Kodam sesuai dengan permintaan Polri. Pasukan-pasukan itu untuk mengamankan sentra ekonomi dan kantor pemerintahan dan objek vital di wilayah jakarta selatan," sambung dia.

Adapun kegiatan ini menyerukan, tetap setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, menolak dengan tegas aksi anarkisme dan segala bentuk aksi kekerasan lainnya, mendukung negara serta siap berpartisipasi dalam menciptakan dan memelihaa kamtibmas.

Lalu, menolak keras hoaks dan ujaran kebencian, mengimbau untuk tidak memanfaarkan anak-anak, remaja, pelajar dan kaum rentan dalam kegiatan unjuk rasa, mengutamakan musyawarah dalam menyelesaukan masalah serta menggunakan jalur-jalur hukum yang berlaku.

Kemudian, mendukung dan aktif berpartisipasi dalam penegakan disiplin sosial protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini