Besok Ratusan Aparat TNI-Polri Jaga Ketat Glodok, Ada Apa?

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Senin 19 Oktober 2020 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 338 2296058 besok-ratusan-aparat-gabungan-polri-tni-jaga-ketat-glodok-ada-apa-gHCov1Ict3.jpg foto: Okezone

JAKARTA – Aparat gabungan TNI- Polri akan mengamankan pusat Perniagaan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (20/10/2020).

(Baca juga: Demo Omnibus Law, Moeldoko: Biarkan Seribu Tunas Mekar, Jangan Rusak Tangkainya!)

Ratusan petugas akan berjaga disana saat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa di Istana Merdeka, bertepatan satu tahun pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin.

"Kita tahu bersama Tamansari adalah sentra ekonomi terbesar di Jakarta Barat sehingga banyak orang yang mengadu nasib disana," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie Latuheru usai apel siaga dengan tokoh masyarakat Jakarta Barat di lapangan Tamansari, Senin (19/10/2020).

(Baca juga: Massa Buruh Batal Demo Tolak Omnibus Law di Istana)

Audie melanjutkan, meski pun antara Tamansari dengan Istana Negara cukup jauh. Namun, Audie mengatakan pihaknya tetap mengantisipasi layaknya demo sebelumnya. Satu diantaranya penjagaan di kawasan niaga Glodok.

Selain itu, pusat ekonomi di Glodok juga berdekatan langsung dengan permukiman warga. Hal itu membuat tingkat pengamanan perlu diperketat agar tak terjadi aksi anarkisme yang dapat merugikan banyak pihak.

Untuk itu, pihaknya juga melibatkan para tokoh masyarakat untuk sama sama mengingatkan saling menjaga wilayah masing masing. “Makanya tadi pagi kita apel siaga menjaga kawasan ini,” kata Audie.

Terlebih di belakang perkawasan Glodok merupakan permukiman. Jadi ketika terjadi kebakaran ancaman pemukiman terbakar bisa terjadi setiap saat.

Siang tadi, saat sindo menyambangi kawasan glodok. Kondisinya masih berlangsung normal. Meski demikian, sejumlah pemilik toko telah diminta waspada besok.

Di kawasan itu, sebuah mobil Brimob terparkir di depan LTC Glodok, namun secara keseluruhan belum terlihat adanya pengamanan ketat. “Katanya kami diminta mengurangi aktivitas,” kata Moreno, 43, seorang pedagang disana.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini