Polisi Tangkap 3 Penghasut Pelajar yang Ricuh saat Demo UU Cipta Kerja

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 20 Oktober 2020 06:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 338 2296342 polisi-tangkap-3-penghasut-pelajar-yang-ricuh-saat-demo-uu-cipta-kerja-PvRtljb32t.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengamankan tiga orang yang diduga berperan sebagai provokator untuk mengajak para pelajar melakukan kericuhan di demo UU Cipta Kerja pada 8 dan 13 Oktober 2020.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, ketiganya berinisial MLAI (16), WH (16), dan SN (17).

Dari tiga orang tersebut, dua diantaranya adalah admin group facebook bernama 'STM Se-Jabodetabek'. Mereka berperan melakukan provokasi ajakan berbuat kerusuhan kepada anak-anak SMK/STM.

"Pertama mengamankan dua orang, khususnya yang (mengajak pelajar) STM ya. 2 orang ini karena ditemukan dalam grup Facebook bernama STM seJabodetabek dengan follower-nya sekitar 20 ribu members. Kedua orang itu adalah admin dari grup itu," kata Yusri saat dihubungi wartawan, Senin 19 Oktober 2020, malam.

Keduanya kata Yusri diamankan di dua lokasi yang berbeda, untuk MLAI (16) diamankan di kawasan Kelender, Jakarta Timur. Sementara WH (16) diamankan di daerah Cipinang, Jakarta Timur.

"Inilah orang-orang yang mengajak pelajar datang tanggal 8 (Oktober), tanggal 13 (Oktober), diundang lagi tanggal 20 (Oktober) untuk melakukan kerusuhan ya," kata Yusri.

Kemudian tambah Yusri, polisi juga turut mengamankan satu orang yang berperan sebagai provokator bagi para kelompok anarko berinisial SN (17) yang diamankan di daerah Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga : Gelar Aksi Damai, Pelajar: Jangan Provokasi Kami!

Baca Juga : Peristiwa 20 Oktober: Pelantikan 3 Presiden RI

SN merupakam admin akun instagram bernama @panjang.umur.perlawanan. Dalam postingannya SN dinilai telah melanggar UU ITE.

"Dia memprovokasi, menghasut, serta menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong di medsos untuk mengundang para anarko-anarko untuk melakukan kerusuhan, selain tanggal 8 Oktober dan 13 Oktober, besok dia juga mengajak lagi sudah bikin lagi," ungkapnya.

Adapun saat ini ketiga tersangka tersebut telah diamankan di Polda Metro Jaya. Penyidik masih terus mendalami keterangan para tersangka dan menggali kemungkinan adanya tersangka lain.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini