3 Panti Pijat Digerebek di Bintaro, Terapis Diamankan

Hambali, Okezone · Selasa 20 Oktober 2020 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 338 2296442 3-panti-pijat-digerebek-di-bintaro-terapis-diamankan-tIbD83eTGz.jpg Petugas gerebek panti pijat di Bintaro. Foto: Satpol PP

TANGERANG SELATAN - Tiga panti pijat yang terletak di wilayah Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), digerebek petugas keamanan dari berbagai instansi. Dari lokasi itu diamankan sejumlah terapis serta barang bukti berupa tisu basah dan kondom bekas pakai pelanggan.

"Dari 3 lokasi itu kita amankan ada sejumlah terapis, ada tisu basah, ada alat kontrasepsi kondom bekas pelanggannya. Hanya saja memang saat kita tiba di lokasi, pelanggannya sudah tidak ada," ujar Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel, Muksin Alfachry kepada Okezone, Selasa (20/10/2020).

Razia dan penggerebekan itu dilakukan pada Senin 19 Oktober 2020 sejak siang hingga malam. Dalam ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka tempat hiburan dan sarana pijat kesehatan yang berpotensi menimbulkan kontak fisik langsung, masih dilarang beroperasi.

"Kita memberi tindakan sebagaimana diatur dalam Perwal PSBB. Mereka kita data, pengelolanya kita panggil ke kantor, dan diharuskan membayar denda administrasi masing-masing Rp1 juta," tegas Muksin.

Baca Juga: Demi Beli HP, Seorang Remaja Nekat Jajakan Diri 

Disebutkan pengelola panti pijat itu kucing-kucingan dengan petugas agar tetap beroperasi di tengah pandemi Covid-19. "Tempat usaha mereka langsung kita segel," ucapnya.

Petugas tidak menemukan adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari ketiga lokasi itu. Para terapis di sana seluruhnya berusia dewasa. Berbeda dari razia beberapa hari sebelumnya, di mana petugas mendapati gadis di bawah umur tengah melayani pria hidung belang melalui aplikasi di kamar hotel.

Baca Juga: PSK Menangis Histeris Nyaris Pingsan saat Dimasukkan ke Ambulans Berisi "Pocong"

"Kita juga hari ini sedang membuat surat rekomendasi agar tempat pijat itu dicabut perizinannya. Jadi kita hanya mengeluarkan rekomendasi, nanti dinas lain yang punya kapasitas mencabut izinnya," tutupnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini