Tagihan Perawatan Covid-19 di RS Swasta Bekasi Capai Rp147 Miliar

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Selasa 20 Oktober 2020 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 338 2296629 tagihan-perawatan-covid-19-di-rs-swasta-bekasi-capai-rp147-miliar-7pMCXBO8dY.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

BEKASI - Asosiasi Rumah Sakit Swasta (ARSSI) Kota Bekasi menyebutkan besaran tagihan perawatan pasien yang terpapar Covid-19, di rumah sakit swasta yang jadi rujukan, mencapai Rp147 miliar. Anggaran itu digunakan untuk merawat warga Bekasi yang terpapar Covid-19.

Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta (ARSSI) Kota Bekasi, Eko S Nugroho mengatakan besaran tagihan perawatan pasien yang terpapar Covid-19 itu terhitung sejak Maret sampai sampai 7 Oktober 2020 ini.

"Untuk rawat inap sudah Rp147 miliar, dan rawat jalannya itu Rp149 jutaan," kata Eko, Selasa (20/10/2020).

 Baca juga:

Ridwan Kamil Ajukan 3 Juta Vaksin Covid-19, Bodebek Prioritas

Kasus Aktif Covid-19 Turun Drastis, Pemerintah Waspada Dampak Libur Panjang

Doni Monardo Ajak Masyarakat Cegah Kasus Covid-19 saat Libur Panjang

Menurut dia, pembayaran klaim diajukan rumah sakit swasta yang tersebar di Kota Bekasi kepada Kementrian Kesehatan, namun pengajuan, mereka diharuskan mengikuti prosedur verifikasi yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan setempat.

"Enggak serta merta langsung dibayar tidak, jadi diverifikasi sama BPJS Kesehatan dulu. Hasil verifikasi ada yang dianggap layak dokumen administrasinya, ada yang menjadi dispute, mesti dilengkapi lagi sama rumah sakit," ujarnya.

 

Eko menjelaskan, Dispute claim, bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya proses administrasi yang benar-benar membutuhkan verifikasi ketat.

"Dispute itu kan memang karena tata cara yang cukup ketat, tata cara administrasi ini kan yang sama sekali belum pernah kita lakukan," ujarnya.

Setelah proses administrasi dilewati, cukup banyak rumah sakit swasta yang kini telah memperoleh klaim dari pemerintah setelah merawat pasien Covid-19. Namun, pembayarannya baru akan diberikan sebesar 50%, hingga kemudian pelunasan akan dilakukan di beberapa hari berikutnya.

"Awalnya itu di bulan Agustus dispute mencapai 60 persen, sekarang sudah menjadi jauh lebih baik, sekarang cuma hampir 40 persen, jadi jauh lebih baik. Nah ini artinya teman-teman rumah sakit swasta kalau sudah lolos dari verifikasi itu, bisa segera dibayar sama Kemenkes," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini