Yang Tersisa Setelah Demonstrasi UU Cipta Kerja

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 21 Oktober 2020 05:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 338 2296956 yang-tersisa-setelah-demonstrasi-uu-cipta-kerja-o7eyrWjHbN.jpg Pasukan pelangi sedang membersihkan sampah sisa aksi demonstrasi UU Cipta Kerja di kawasan Tugu Tani, Jakarta (Foto: Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta)

JAKARTA - Guyuran hujan mengakhiri aksi demonstrasi yang digelar aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan buruh di Jakarta, Selasa 20 Oktober 2020 malam. Aksi menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja tersebut berlangsung damai. Namun, selalu ada yang tersisa dalam setiap aksi yang digelar dengan jumlah massa besar di Ibu Kota. 

Sampah botol, plastik, hingga sisa bakaran ban berserakan di jalan. Sedikitnya 2,1 ton sampah berhasil dikumpulkan dari aksi demonstrasi tersebut.

Berbagai jenis sampah itu langsung dikumpulkan dan diangkut petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta di sekitar jalan dan fasilitas umum di Silang Monas, Jalan Kebon Sirih, Tugu Tani, Jalan Budi Kemuliaan, hingga Jalan Abdul Muis. Mereka bekerja di bawah guyuran hujan.

Baca Juga:  Aksi Humanis Marinir saat Massa Lempari Polisi, Memeluk hingga Merangkul Demonstran

Pasukan Pelangi Foto Humas Dinas LHK

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun berulang kali mengapresiasi kinerja pasukan pelangi Ibu Kota. Bahkan, ia memposting aksi-aksi heroik pasukan pelangi di akun Instagram pribadinya yang tetap membersihkan Jakarta di bawah guyuran hujan.

"Saat kebanyakan orang sedang dalam perjalanan pulang atau dalam keteduhan rumahnya, saudara-saudara kita jajaran pasukan pelangi sedang berbasah-basah membersihkan pasca unjuk rasa," kata Anies dalam keterangan unggahan Instagramnya, Rabu (21/10/2020).

Anies mengunggah sepuluh foto pasukan pelangi yang tengah bekerja usai aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja. Foto-foto tersebut menampilkan para pasukan pelangi yang membersihkan fasiltas umum dan fasilitas sosial Ibu Kota di bawah guyuran hujan lebat.

"Tugas kami bukan mengeluh dan menyalahkan siapa pun, tanggung jawab kami adalah memastikan Ibu Kota ini selalu bersih setiap hari," ujarnya.

Baca Juga:  Saat sang Kombes Berselfie Ria Bersama Demonstran UU Ciptaker

Pasukan pelangi adalah sebutan dari lima kelompok yang bertanggung jawab memastikan kebersihan Jakarta. Mereka terdiri dari pasukan oranye yang bernaung di bawah tim PPSU DLH yang bertugas menjaga sarana dan prasarana umum, termasuk kebersihan lingkungan.

Pasukan hijau yang berada di bawah Dinas Pertamanan bertugas menjaga keasrian taman-taman di Jakarta, dan pasukan biru di bawah Dinas Tata Air, yang menjaga kebersihan saluran air, termasuk gorong-gorong di Jakarta.

Kemudian, pasukan kuning Dinas Bina Marga yang bertugas mewujudkan sarana dan prasarana yang baik, hingga pasukan biru yang berisikan dokter, perawat, kader dari Dinkes yang bertugas membantu berbagai masalah yang terkait dengan lansia dan dimensia, mulai dari lansia hilang atau mereka yang tersesat di Ibu Kota.

"Jajaran selalu siap dan siaga, komitmen kami sekotor apapun sampah pasca unjuk rasa, Jakarta harus rapi dan bersih kembali dalam waktu kurang dari 6 jam," ujar mantan Mendikbud itu.

Pasukan oranye juga memiliki suka dan duka tersendiri saat membersihkan sampah di bawah guyuran hujan maupun terik sinar matahari. "Namanya tugas dan tanggung jawab. Kami hanya memastikan kota ini selalu bersih setiap hari. Hujan enak nggak gerah dan nggak berdebu. Kering enak sampah enggak nempel di aspal," kata Humas DLH DKI Jakarta Yogi Ikhwan.

Kepala DLH DKI Jakarta, Andono Warih menambahkan, pihaknya menerjunkan 200 pasukan oranye yang berhasil mengangkut 2,1 ton sampah hasil dari demonstran penolak UU Cipta Kerja itu.

Sebanyak 24 unit armada kebersihan juga dikerahkan untuk mengangkut sampah terdiri dari tiga unit truk sampah tiper, sembilan unit truk sampah anorganik, enam unit penyapu jalan otomatis (road sweeper), dan enam unit pikap.

"Begitu massa mulai membubarkan diri petugas langsung gerak cepat mengangkut sampah sisa aksi penyampaian pendapat yang ada di jalan, trotoar, dan JPO," terang Andono.

Menurut dia, kondisi hujan deras tidak menghalangi petugas menjalankan tugas menjaga Jakarta kembali bersih. Saat ini, lanjut dia, penanganan sampah telah tuntas. "Kami langsung tangani secepatnya supaya sampah tidak menimbulkan genangan air karena saluran dan tali-tali air tersumbat," tandas Andono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini