Ketika Siswa SMK Tak Hafal Pancasila saat Dihukum Melanggar Protokol Kesehatan

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Rabu 21 Oktober 2020 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 338 2297133 ketika-siswa-smk-tak-hafal-pancasila-saat-dihukum-melanggar-protokol-kesehatan-1kwJOmO2hr.png Siswa SMK, Arie saat dihukum membaca Pancasila (foto: Sindonews/Yusuf)

JAKARTA - Mulut Ari Syamsudin ini mendadak bergetar. Wajahnya memucat pasi lantaran dihadapkan dengan sejumlah petugas TNI dan Polri. Dengan mulut terbata-bata, siswa SMK itu hanya mampu membaca satu sila saja.

“Pancasila, satu! Ketuhanan yang maha esa, Dua : keadilan yang, aduh saya tidak hafal pak,” kata Ari berkeringat dingin saat di Tugu Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (21/10/2020).

Ari sendiri terciduk usai tiga pilar Palmerah menggelar operasi yustisi di kawasan tersebut. Ia tak mampu saat petugas menghukumnya membaca pancasila.

Baca juga:

Kasus Covid-19 DKI di Bawah 1.000, Epidemiolog Soroti Tingginya Angka Kematian

Berita Baik, Bekasi Nihil Klaster Demo Penyebaran Covid-19

Pemkot Depok Gelar Rapat Simulasi Suntik Vaksin Covid-19 Hari Ini

Karena tak bisa menghafal pancasila, ia kemudian dihukum push up sebanyak 15 kali. Setelahnya, ia kemudian diminta menggunakan rompi oranye bertulis ‘pelanggar PSBB’ dan menyapu jalanan menggunakan sapu lidi.

Selain itu, selama setengah jam, Ari kemudian diminta memungut sampah plastik dan daun-daun kering. Setelah dihukum, ia lantas melanjutkan perjalanan sembari memakai masker yang diberikan petugas.

Kasatpol PP Kecamatan Palmerah Jakarta Barat, Teguh.N A mengatakan, dalam operasi ini, pihaknya menjaring delapan pelanggar yang kedapatan melanggar prokes.

“Kebanyakan merupakan pengendara,” kata Teguh.

 

Sementara itu, Kapolsek Palmerah, Kompol Supriyanto yang berada dilokasi menambahkan selain Ari, tujuh pelanggar lainnya dihukum kerja sosial membersihkan kawasan razia sebagai sanksi melanggar prokes.

“Satu lainnya memilih membayar denda,” kata Supriyanto.

Ia menegaskan, razia prokes sendiri rutin dilakukan pihaknya di sejumlah tempat. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam prokes.

“Sejauh ini, kami melihat sudah banyak masyarakat yang tersadar. Buktinya hingga PSBB transisi jumlah pelanggar alami penurunan,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini