Ridwan Kamil Minta Warga Jakarta Jangan ke Puncak saat Long Weekend

R Ratna Purnama, Koran SI · Kamis 22 Oktober 2020 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 338 2297965 ridwan-kamil-minta-warga-jakarta-jangan-ke-puncak-saat-long-weekend-tkPg5kWAyx.jpg source: Instagram Ridwa Kamil

DEPOK - Warga Jakarta dan Depok diminta untuk mendatangi Kawasan Puncak saat libur panjang yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad salallahu alaihi wasalam pada Rabu (28/10/2020).

(Baca juga: Long Weekend, Ini Jalur Alternatif Hindari Macet di Bandung)

“Jadi ikutilah imbauan pemerintah, enggak usah memaksakan diri ke Puncak ke Cianjur. Maksimalkan rekreasi di dekat rumahnya masing-masing saja,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Depok, Kamis (22/10/2020).

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengaku baru mendapat arahan dari pemerintah pusat siang tadi sebelum melakukan tinjauan simulasi vaksin di Puskesmas Tapos Depok.

“Yang arahannya memang memotivasi orang untuk mengurangi pergerakan. Karena kalau lepas kendali, kerumuan tidak terkendali, itu susah untuk menjadikan ukuran,” ujarnya.

Libur panjang kali ini, Emil mengaku sangat khawatir. Karena dari pengalaman sebelumnya bahwa cuti bersama memberi pengaruh pada jumlah kasus yang terkonfirmasi. “Hasil sejarah yang lalu pengaruhnya besar sekali waktu long weekend Idul Adha,” ucapnya.

Dia menyebutkan penutupan kawasan Puncak bisa saja dilakukan jika traffic-nya sudah diambang batas. Kendati diakui dia penutupan tidak bisa dilakukan 100 persen.

“Itu dilakukan di waktu-waktu atau di jam-jam tertentu. Dan itu pasti akan kita ulangi, apalagi long week end ini terdeteksi potensinya sangat besar. Karena itu saya juga mengimbau, kalau puncakan biasanya wisatawanya dari Jakarta. Jadi ikutilah imbauan pemerintah,” tambahnya

Oleh karena itu, dia akan melakukan penyekatan-penyekatan jika dirasa volume pergerakan sudah melebihi perkiraan kapasitas. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Jadi intinya tidak dilarang, tapi kami punya kapasitasnya. Kalau dalam hitungan traffic outingnya kapasitasnya berlebih, pasti akan kita tutup,” tutup Emil.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini