Kejari Jaksel Tahan 3 Tersangka Kasus Kredit Fiktif Rp9,5 Miliar

Ari Sandita Murti, Sindonews · Kamis 22 Oktober 2020 19:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 338 2297999 kejari-jaksel-tahan-3-tersangka-kasus-kredit-fiktif-rp9-5-miliar-CT5CqXTATR.jpg Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Anang Supriatna. (Foto : Sindonews)

JAKARTA – Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Anang Supriatna mengatakan, pihaknya menetapkan tiga orang tersangka dan menahannya dalam kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan kredit karyawan di salah satu bank cabang pembantu BUMN.

"Tiga orang kami tetapkan sebagai tersangka dan menahannya di rutan cabang Salemba, di cabang Kejari Jakarta Selatan, yang mana merugikan uang negara hingga Rp9,5 miliar berdasarkan perhitungan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)," ujarnya pada wartawan, Kamis (22/10/2020).

Menurutnya, tiga orang itu berinisial DR selaku Direktur PT LMS, PZ selaku Account Officer (AO) di salah satu bank cabang BUMN itu, dan YS selaku rekan DR. Adapun modusnya, para pelaku bekerja sama untuk mengajukan kredit untuk 28 pegawai PT LMS pada periode Juni 2017 hingga Mei 2018. Tapi, setelah dana pinjaman itu cair, tak dipakai sebagaimana mestinya.

"Caranya mereka bekerja sama mengajukan pinjaman seolah-olah untuk pegawai, tapi dokumennya dipalsukan. Mereka ini memakai data pegawai (PT LMS), faktanya itu (uang pinjaman) tak digunakan sebagaimana mestinya dan tak sampai pada pihak yang datanya terlampir itu," tuturnya.

Adapun dana pinjaman itu, kata dia, dicairkan pada 2017 dengan nominal Rp6,2 miliar dan pada 2018 dengan nominal Rp3,3 miliar. Alhasil, perbuatan mereka telah merugikan negara hingga Rp9,5 miliar.

Baca Juga : Kepergok Mencuri HP, Pelajar Ini Cekik Ibu Rumah Tangga hingga Pingsan

Kini, mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 (1) huruf b (2) subsider Pasal 3, UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Baca Juga : Bareskrim Proses Laporan terhadap Gus Nur

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini