Cara Pemkot Bekasi Antisipasi Fenomena La Nina

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Jum'at 23 Oktober 2020 07:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 338 2298160 cara-pemkot-bekasi-antisipasi-fenomena-la-nina-3oJ9PCFNxk.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

BEKASI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mengimbau warga masyarakat Bekasi agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir dan longsor pada musim penghujan. Sebab, BMKG memastikan wilayah Jabodetabek akan mengalami dampak dari fenomena La Nina lebih awal

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPBD Kota Bekasi, Agus Harpamengimbau warga masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir dan longsor pada musim penghujan.”Kami mendapatkan informasi bahwa fenomena La Nina akan lebih awal berdampak di wilayah Bekasi dan sekitarnya,” katanya, Jumat (23/10/2020).

Menurut dia, pemerintah dan masyarakat Bekasi harus bersiaga dengan kedatangan bencana ini. Untuk itu, adanya RW Siaga, Pemuda Tanggap Bencana, dan Kelurahan Tangguh Bencana diharapkan juga berperan aktif bila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk evakuasi warga terdampak bencana banjir. Prioritas evakuasi utama terhadap orang tua, anak-anak dan wanita/wanita hamil.

Pemerintah Kota Bekasi melalui BPBD Kota Bekasi juga akan siap siaga membatu warga yang membutuhkan bantuan saat bencana tersebut terjadi walaupun dengan SDM dan sarana prasarana yang belum mencukupi.

”Maka, personel dan perahu karet disiagakan di 12 kecamatan yang ada. Dapur umum darurat juga sedia saat dibutuhkan,” ungkapnya.

Sebagai deteksi dini banjir, BPBD Kota Bekasi bersama stakeholder terkait memantau 24 jam perbatasan termasuk di 5 titik pantau Kali Bekasi. Ini penting dilakukan sebab banjir terjadi diwilayah perumahan yang berada di sekitar aliran Kali Bekasi.

”Kita masih terus pantau Kali Bekasi, karena sumber Bekasi banjir dari luapan sungai ini,” ujarnya.

Baca Juga : Jakarta Terdampak La Nina Lebih Awal, Pemprov DKI Diminta Siapkan Langkah Antisipasi 

Agus menjelaskan, nantinya saat ketinggian air sudah mulai tinggi, dapat segera diinformasikan ke masyarakat agar siaga. Warga bisa memanfaatkan waktu mengamankan seperti, surat berharga, perhiasan dan uang selain itu agar cepat mengevakuasi diri.

”Informasi dari titik pantau cepat tersampaikan dengan secepat mungkin,” tuturnya.

Rata-rata bila hujan terjadi di hulu, 2-3 jam banjir air kiriman akan datang. Sehingga, ini akan menjadi jeda waktu masyarakat untuk berbenah diri. Menurutnya, siapapun tidak menginginkan bencana terjadi seperti bencana darurat Covid-19 yang ditangani bersama. Tapi bencana banjir dan longsor juga menjadi perhatian kita untuk sedini mungkin diantisipasi agar tidak terjadi.

”Maka saya juga mengimbau warga tidak membuang sampah di kali agar air kali tidak terhambat, kemudian rajin mengecek drainase saluran lingkungan sekitar untuk diangkut sedimentasinya," katanya.

Selain itu, tidak kalah penting, meningkatkan kerjasama dengan semua unsur guna memudahkan komunikasi dan kordinasi pada saat datang bencana. ”Lingkungan turut membantu proses penyelesaian sehingga masyarakat merasa aman dan terbantu,” kata dia.

Saat ini, BPBD Kota Bekasi menyiapkan sarana pengaduan melalui Call Centernya di nomor 081283957877. Dimana masyarakat Kota Bekasi bisa melaporkan semuanya kepada call center tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini