Cekcok karena Gagal Menyalip, Pemotor Bakar Angkot di Tangerang

Hambali, Okezone · Jum'at 23 Oktober 2020 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 338 2298351 cekcok-karena-gagal-menyalip-pemotor-bakar-angkot-di-tangerang-wWQhiR6BGo.jpg Mobil angkot dibakar pemotor di Tangerang, Banten (Foto: Hambali)

TANGSEL - Gegara cekcok di jalanan, pengendara motor dan sopir angkutan kota di Jalan Gatot Subroto, Bitung, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten baku hantam. Akibatnya, beberapa gigi salah satu pemotor tanggal usai digetok besi, sedangkan mobil angkot habis dibakar.

Kapolsek Curug Kompol MH Panjaitan, menerangkan kronologi kejadian itu. Menurut dia, awalnya 2 pria pengendara motor yang berboncengan berupaya menyalip laju mobil Angkot yang dikemudikan Ahmad Aliyudin.

"Kejadiannya kemarin. Jadi dia mau menyalip ke arah kanan, tapi seolah-olah angkot ini ikut ke kanan. Intinya dianggap menghalang-halangi. Lalu sempat pelotot-pelototan, cekcok, dan keduanya saling turun dari kendaraan," katanya kepada Okezone, Jumat (23/10/2020).

Baca Juga:  Tak Diberi Uang untuk Mabuk, Ayah Tega Cekik Anaknya yang Masih Bayi

Sopir angkot lantas menghampiri kedua pengendara motor sambil menenteng potongan besi dari dalam mobil. Kontak fisik tak terhindarkan, pengemudi motor bernama Yudha Prada Wibowo terluka parah di bagian mulut hingga sekira 3 giginya tanggal. Selanjutnya, Aliyudin kabur melarikan diri.

"Sopirnya kabur, terus dikejar sama temannya yang dibonceng. Karena emosi atau kesal mungkin, terus yang pengemudi motor ini ambil batu mecahin kaca angkot, terus di cek ke dalam angkot ada topi dan tas kecil. Begitu tas dibuka ada korek api, ya itu langsung topinya dibakar dimasukin ke dalam angkot sehingga terbakar," jelas Panjaitan.

Baca Juga:  Tolak Kasih Uang, Tukang Parkir Dianiaya 4 Pelaku

Atas kejadian itu, dilanjutkan Panjaitan, pihaknya telah mengamankan 2 orang, yakni sopir angkot dan seorang pengemudi motor yang juga menjadi pelaku pembakaran. Mereka dikenakan Pasal berbeda karena perbuatannya masing-masing.

"Seorang pengemudi motor kita kenakan Pasal 187 tentang pembakaran, lalu sopir angkot kita kenakan Pasal 351 tentang penganiayaan," tukas Panjaitan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini