Strategi BPBD DKI Hadapi Bencana Alam Akibat La Nina

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Sabtu 24 Oktober 2020 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 338 2298739 strategi-bpbd-dki-hadapi-bencana-alam-akibat-la-nina-3BLZKLAfe9.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut wilayah Jakarta, akan mengalami dampak fenomena La Nina lebih awal dari wilayah lainnya. 

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, M. Insaf mengatakan, dalam mengadapi dampak fenomena La Nina, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

“BPBD berkoordinasi dengan SKPD terkait untuk antisipasi dampak cuaca buruk, seperti banjir dengan dinas teknis DSDA utuk memantau peralatan pompa dan sebagainya,” kata Insaf saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (24/10/2020). 

Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

Tak hanya itu, lanjut Insaf, pihaknya juga akan mematau informasi terbaru dari BMKG jika ada perigatan dini yang dikeluarkan. Setelah itu, pihaknya menyampaikan ke masyarakat agar mereka dapat melakukan antisipasi.

“BPBD akan selalu memantau peringatan dini dari BMKG untuk disampaikan ke masyarakat sebagai antisipasi dampak cuaca,” ujarnya.

Baca juga: Mengenal Fenomena La Nina yang Mengancam Indonesia

BMKG memastikan bahwa wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) akan mengalami dampak fenomena La Nina lebih awal dari wilayah lainnya.

La Nina merupakan fenomena alam yang berpotensi menambah curah hujan hingga 40% dari rata-rata normal lebih banyak di Tanah Air.

Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan, wilayah yang akan mengalami musim hujan lebih awal yakni di sebagian wilayah Sumatera dan Sulawesi serta sebagian kecil Jawa.

"Termasuk Jabodetabek, Kalimantan, NTB dan NTT," kata Hary.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini