PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang, Anies Sebut Kasus Covid-19 Melandai

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Minggu 25 Oktober 2020 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 338 2299214 psbb-transisi-jakarta-diperpanjang-pemprov-dki-sebut-kasus-covid-19-melandai-3ayu2nXy4y.jpg Anies Baswedan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi di Jakarta resmi diperpanjang selama 14 hari, dari 26 Oktober hingga 8 November 2020. Perpanjangan itu sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Ketetapan itu berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1020 Tahun 2020. Jika tidak terdapat peningkatan kasus yang signifikan selama perpanjangan PSBB Masa Transisi ini, maka akan dilanjutkan perpanjangan selama 14 hari berikutnya. Namun, apabila terjadi peningkatan kasus secara signifikan, maka pemberlakuan PSBB Masa Transisi dapat dihentikan.

“Dalam hal ini, seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta dapat menerapkan kembali kebijakan Rem Darurat (Emergency Brake). Artinya, apabila terjadi tingkat penularan yang mengkhawatirkan, Pemprov DKI Jakarta dapat menghentikan seluruh kegiatan yang sudah dibuka selama PSBB Masa Transisi dan menerapkan kembali pengetatan,” kata Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/10/2020).

Anies menyatakan, penularan Covid-19 di DKI Jakarta dalam dua minggu terakhir relatif melandai, ditandai rata-rata persentase kasus positif 9,9% dengan ratio test 5,8 per-1000 penduduk dalam sepekan terakhir.

Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

Selain itu, rata-rata keterisian tempat tidur isolasi dalam dua minggu terakhir cenderung menurun dari 64% pada 12 Oktober 2020 menjadi 59% pada 24 Oktober 2020.

Baca juga: Resmi, PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang 14 Hari

Keterisian tempat tidur ICU juga relatif menurun dari 68% pada 12 Oktober 2020 menjadi 62% pada 24 Oktober 2020. Indikator pengendalian Covid-19 dari FKM UI yang sempat menurun pada minggu lalu, yaitu dari skor 60 (18 Oktober 2020) telah membaik menjadi skor 64 (24 Oktober 2020).

Nilai reproduksi efektif yang juga menjadi indikasi ada atau tidaknya penularan berada pada skor 1,05 (24 Oktober 2020), dibandingkan skor 1,06 pada 12 Oktober 2020.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini