BMKG : Kecil Kemungkinan Puting Beliung Terjadi di Tempat yang Sama

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 27 Oktober 2020 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 338 2300050 bmkg-kecil-kemungkinan-puting-beliung-terjadi-di-tempat-yang-sama-OXM8PYIDBM.jpg Warung di Situ Rawa Gede, Bekasi, rusak diterjang angin puting beliung. (Foto : Okezone/Wisnu Yusep)

JAKARTA – Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Hary Tirto Djatmiko mengatakan, kecil kemungkinan angin puting beliung kembali terjadi di tempat atau daerah yang sama. Hal itu dikatakan Hary berdasarkan hasil pengamatan BMKG.

"Kemungkinannya kecil untuk angin puting beliung terjadi kembali di tempat yang sama," kata Hary kepada Okezone, Selasa (27/10/2020).

Hary menjelaskan, puting beliung merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi. Angin puting beliung, kata Hary, biasanya terjadi pada masa pancaroba dari musim kemarau ke hujan.

"Dapat dimungkinkan terjadi di musim hujan dengan kondisi cuacanya seperti di masa transisi atau pancaroba," katanya.

Karakter puting beliung di Indonesia berdurasi singkat hanya sekira 10 menit. Adapun, luasan angin puting beliung hanya berkisar 5 sampai 10 kilometer. Dari hasil pemantauan BMKG, angin puting beliung bergerak secara garis lurus.

"Lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari," sambungnya.

Kendati demikian, dipastikan Hary, fenomena angin puting beliung tidak bisa diprediksi secara spesifik. Angin puting beliung hanya bisa diprediksi 0,5 sampai 1 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda-tandanya dengan tingkat keakuratan diatas 50 persen, hanya berasal dari awan Cumulonimbus (Cb).

Baca Juga : BMKG Ungkap Tanda-tanda Daerah Bakal Diterpa Puting Beliung

"Atau bukan dari pergerakan angin monsoon maupun pergerakan angin pada umumnya, tetapi tidak semua awan Cb menimbulkan puting beliung," tuturnya. (erh)

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini