Evaluasi PSBB Transisi, Volume Lalin Meningkat dan Pelanggaran Menurun

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 27 Oktober 2020 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 338 2300196 evaluasi-psbb-transisi-volume-lalin-meningkat-dan-pelanggaran-menurun-sWpEqhHIqL.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Volume lalu lintas kendaraan bermotor meningkat, pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi selama dua pekan, yakni 12-25 Oktober 2020, dibandingkan pada masa PSBB periode 14 September - 11 Oktober 2020.

Rata-rata volume kendaraan bermotor per hari pada masa PSBB transisi meningkat 11,66 persen dibandingkan pada masa PSBB.

"Rata-rata volume sepeda per hari mengalami peningkatan sebesar 211,7 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB II," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo melalui keterangan tertulis, Selasa (27/10/2020).

 Jalanan

Sementara itu, rata-rata jumlah penumpang harian angkutan umum perkotaan pada masa transisi adalah 694.939 penumpang per hari. Jumlah ini meningkat 12,83 persen dibandingkan penumpang angkutan umum pada masa PSBB, yakni 615.918 penumpang per hari.

Rata-rata jumlah penumpang harian angkutan bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) pada masa transisi sebanyak 5.008 penumpang per hari. Jumlah penumpang tersebut meningkat 4,79 persen dibandingkan pada masa PSBB, yaitu 4.779 penumpang per hari.

Berbeda dengan volume lalu lintas dan jumlah penumpang angkutan umum, pelanggaran pada masa PSBB transisi justru menurun dibandingkan pada masa PSBB.

 

Untuk operasi yustisi, ada 6.752 pelanggaran selama masa PSBB periode 14 September - 11 Oktober 2020. Dari jumlah pelanggaran tersebut, 6.328 dikenai teguran, 2.411 dikenai sanksi sosial, dan 319 dikenai denda administrasi dengan total nilai Rp 48.415.000.

Sementara operasi yustisi pada masa transisi, jumlah pelanggaran menurun jadi 1.294 pelanggaran. Rinciannya, 1.254 dikenai teguran, 122 dikenai sanksi sosial, dan 20 dikenai denda administrasi dengan total nilai Rp 2.425.000.

Kemudian, dalam pengawasan pembatasan kapasitas angkut sarana transportasi ditemukan 1.371 pelanggaran (323 angkutan orang, 1.048 angkutan barang) pada masa PSBB dan menurun jadi 317 pelanggaran pada masa transisi (33 angkutan orang, 284 angkutan barang).

Sementara itu, dalam pengawasan ojek online dan ojek pangkalan yang berkerumun lebih dari lima orang, ditemukan 3.152 pelanggaran pada masa PSBB dan menurun pada masa transisi.

"Pada PSBB masa transisi II, ditemukan jumlah 470 pelanggaran (ojek yang berkerumun)," kata Syafrin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini