Selundupkan Senpi, Bos Perusahaan Swasta dan Pecatan Polisi Ditangkap

Hasan Kurniawan, Okezone · Selasa 27 Oktober 2020 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 338 2300249 selundupkan-senpi-bos-perusahaan-swasta-dan-pecatan-polisi-ditangkap-kTkuCoyJgQ.jpg Penyelundupan senpi di Bandara Soetta (foto: Sindonews/Hasan)

TANGERANG - Seorang direktur perusahaan swasta berinisial SAS, diamankan petugas Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, karena membawa senjata api (Senpi).

Dari tangan penghuni Apartemen Kali Bata Tower ini, petugas berhasil mengamankan senpi jenis revolver yang diduga tidak berizin. Selanjutnya, SAS digelandang ke Polres Bandara Soetta, untuk proses pemeriksaan.

Kapolres Bandara Soetta, Kombes Adi Ferdian Saputra mengatakan, tersangka SAS diamankan pada Sabtu 19 September 2020, saat dalam perjalanan udara ke Makassar.

"Jadi SAS ini hendak melakukan perjalanan penerbangan dari Jakarta menuju Makassar. Pada saat dilakukan pengecekan oleh AVSEC maskapai Lion Air didapati senpi," kata Ari, kepada Sindonews, Selasa (27/10/2020).

Senpi

Saat itu juga dilakukan pemeriksaan kepada SAS. Tidak ada perlawanan saat proses pemeriksaan dilakukan. Saat ditanya apakah senpi yang dibawa memiliki surat-surat kelengkapan, SAS dengan gugup jawab tidak.

"Tersangka SAS ini membawa senpi jenis revolver dan pada saat ditanyakan kelengkapan administrasinya, dia tidak dapat menunjukkan surat kelengkapan," paparnya.

Kepada polisi, pengusaha ini mengaku sudah lama punya senpi itu, sejak tahun 2015. Diakuinya, senpi dibeli dari seseorang. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, SAS berikut alat buksi senpinya diamankan di Polres Bandara.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta Kompol Alexander Yurikho mengatakan, selain SAS pihaknya juga mengungkap kasus peredaran senpi lainnya.

"Kami bekerjasama dengan PT Pos Indonesia berhasil mengamankan pemesanan amunisi sebanyak 50 (lima puluh) butir, atas nama tersangka ZI, di daerah Padang, Sumatera Barat, beserta satu pucuk Airgun," ungkapnya.

Menariknya, ZI diketahui merupakan pecatan tidak hormat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) Polri alias Disersi. Saat ini, ZI masih di dalam pengembangan.

"Masih kerjasama dengan PT Pos Indonesia, dan Team Garuda Sat Reskrim Polresta Bandara Soetta, berhasil menggagalkan pengiriman senpi rakitan jenis revolver dengan tersangka masih DPO," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini