Polisi Tangkap Pembunuh WN Ghana

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Selasa 27 Oktober 2020 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 338 2300373 polisi-tangkap-pembunuh-wn-ghana-scFBlyZ19L.jpg Polres Jakbar saat jumpa pers kasus pembunuhan WN Ghana (foto: Sindonews/Yusuf)

JAKARTA - Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat menangkap pembunuh WN Ghana, Festus, yaitu JO alias Shark (22), di wilayah Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (26/10/2020) pagi.

Saat di tangkap, WN Gambia ini, telah mengubah penampilannya dengan mencukur rambutnya habis dan menyaru dengan sejumlah teman-temannya.

"Pelaku dalam pelarian upaya hilangkan identitas salah satunya dengan cukur habis rambut untuk hilangkan jejak," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teuku Arysa Khadaffi saat merilis kasus tersebut di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (27/10/2020).

Sebelumnya, WN Ghana, Festus (24), ditemukan tewas bersimbah darah di salah satu apartement di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu 24 Oktober 2020 sore. Ia ditemukan bersimbah darah dengan sejumlah luka tusuk.

 Baca juga: 

Tewas di Apartemen Kebon Jeruk, Jasad WN Ghana Diautopsi

Sebelum Dibunuh, WN Ghana dan Pelaku Main PS Sambil Tenggak Miras

Buru Pembunuh WN Ghana, Polisi Periksa Tiga Saksi


Arsya melanjutkan terbongkarnya identitas dan pelarian Shark setelah pihaknya menyisir Closed Circuit Television (CCTV) di lokasi.

Dari rekaman itu pula, polisi mendapati detik-detik Festus terbunuh. Mulai dari turun lift, hingga mondar mandir dilorong apartement sambil liat melihat layar ponsel.

Diduga kuat karena paniknya, Shark lantas melarikan diri dan kabur ke teman temannya di kawasan Tanjung Duren.

Ia berkilah saat polisi hendak menangkapnya, dan berdalih dirinya tak mengetahui peristiwa itu. Namun setelah ditunjukkan CCTV dan dipertemukan dengan saksi, Shark tertunduk lesu dan mengakui perbuatannya.

Termasuk dengan pisau stainless dan botol miras sisa yang ditemukan di sekitar lokasi. Kedua benda itu menunjukan adanya sidik jari shark.

Kini akibat perbuatannya, Shark terancam hukuman penjara paling lama tujuh tahun lantaran dianggap melanggar pasal Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 338 dan 315 ayat 3 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini