Gegara Dilecehkan "Coblos Udel", Cawawali Tangsel Saraswati Akan Lapor Polisi

Hasan Kurniawan, Okezone · Selasa 27 Oktober 2020 20:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 338 2300522 gegara-dilecehkan-coblos-udel-cawawali-tangsel-saraswati-akan-lapor-polisi-W3KXwtRvOE.jpg Calon Wakil Wali Kota Tangsel Rahayu Sarasawati Djodjohadikusumu (Foto: Hasan Kurniawan)

TANGERANG - Maju perhelatan Pilkada Kota Tangsel 2020, membuat Calon Wakil Wali Kota (Cawawali) Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menjadi sasaran serangan pelecehan seksual oleh lawan politiknya. Sudah dua kali, putri dari Hashim Djojohadikusumo ini mereasa dilecehkan di media sosial. 

Pertama yang sempat ramai, postingan dari politikus Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana, pada 4 September lalu. Dalam postingannya, Cipta menulis, dengan nada yang melecehkan. Cuitan tersebut pun viral lantaran diduga diarahkan kepada Saraswati.

Kebetulan, saat itu, Saraswati mengunggah foto sedang olahraga berlari. Cipta Panca pun meminta maaf jika ada pihak yang merasa tersinggung atas cuitannya tersebut, karena cuitan politikus partai pengusung pasangan calon Wali Kota Tangsel 2020 nomor urut dua, Siti Nur Azizah dan Ruhamaben ini, mendapat banyak kritik.

Adapun cuitan Cipta Panca yakni, "Paha calon wakil wali kota Tangsel itu mulus banget". Baca Juga: Pelanggaran Netralitas Pilkada 2020, Menpan-RB: Banyak ASN yang Gagal Paham

Selanjutnya, Saraswati diserang dengan foto dirinya saat sedang hamil anak pertamanya. Dikatakan Saraswati, foto itu dijepret oleh suaminya, lima tahun lalu, saat berada di Bali. Kali ini, yang dipersoalkan adalah cuitan sebuah akun di media sosial.

"Ada sebuah konten di media sosial yang memang ditujukan kepada saya, dengan kata-kata yang menakutkan sebenarnya," kata Saraswati, kepada Sindonews, di RM Kampung Anggrek, Serpong, Selasa (27/10/2020) siang.

Pada serangan yang kedua ini, Saraswati mengaku sangat marah. Dia bahkan melihat, ini bukan hanya soal kampanye hitam di pilkada, tetapi juga merendahkan derajatnya sebagai wanita dan ibu yang sedang hamil.

"Kalau dari segi konteks pilkada, itu bukan inti yang kita permasalahkan di sini. Hanya yang ingin saya tekankan kekerasan seksual di media daring. Itu yang harus digaris bawahi. Jadi, ini bukan soal kampanyenya," jelasnya.

Baca Juga: KPU Dinilai Belum Optimal Manfaatkan Medsos Sosialisasi Pilkada 2020

Dilanjutkan Saraswati, foto hamilnya tersebut dibuat 5 tahun lalu. Foto itu dibuat di dalam kamarnya di Bali, dan langsung dijepret suaminya. Foto ini ada di akun Instagramnya.

"Ini lebih dari 5 tahun lalu. Jadi, yang pertama itu, bahwa foto ini berarti sengaja dicari yang mengunggah. Dicari, dia menemukan, dan motifnya jelas. Kata-kata yang digunakan itu coblos udelnya. Saya sedang hamil," jelasnya.

Yang membuat diri Saraswati sangat marah dengan unggahan coblos udel itu, karena itu kehamilan anak pertamanya. Sebagai seorang ibu, hamil itu merupakan anugerah dari Tuhan yang sangat sakral bagi wanita.

"Banyak tokoh perempuan lintas partai dan organisasi yang lebih marah dari saya, karena sangat melukai hati semua perempuan dan ibu yang pernah mengandung," sambungnya.

Dalam waktu dekat, Saraswati pun mengaku akan melaporkan kasus pelecehan itu ke polisi. Namun, kapan waktunya, dirinya masih belum bisa menjelaskan. Semua materi pelaporan diserahkan ke pihak pengacaranya.

Sementara itu, pasangan Saraswati dalam Pilkada Tangsel Muhamad tampak tidak mendampingi ibu dua orang anak itu. Sebaliknya, Saraswati tampak menghadapi pelecehan tersebut hanya seorang diri saja.

Muhamad dikabarkan menghadiri kampanye tatap muka dengan sejumlah warga di Pondok Cabe. Kegiatan Muhamad yang padat, membuat dirinya tidak bisa menemani Saraswati, melawan pelecehan seksual.

"Ada tadi di Pondok Cabe semua, di Kelurahan Pondok Cabe Udik. Kegiatan hari ini full dari jam 09-15.00 WIB. Mulai dari Jalan Kemiri, sampe dengan Jalan Kayumanis dan Kayu Putih," tukas Jubis Muhamad, Aan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini