Kasus Covid-19 DKI Menurun, Cakupan Testing Jauh Lebih Baik

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Sabtu 31 Oktober 2020 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 338 2301850 kasus-covid-19-dki-menurun-cakupan-testing-jauh-lebih-baik-3nXZc1rqrT.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman belum dapat memastikan apakah pandemi Covid-19 di DKI Jakarta sudah dapat dikendalikan atau belum.

Dicky mempercayai setiap laporannya perkembangan penanggulangan pandemi Covid-19 yang disampaikan Pemprov DKI Jakarta. Saat ini, kasus penularan Covid-19 di Ibu Kota mulai konsisten di bawah 1.000 kasus perharinya.

"Jadi kasus Covid di DKI memang kita amati dan kita relatif percaya yang dilaporkannya karena cakupan testingnya jauh lebih baik. Malah lebih baik 5 kali lipat dari standar Mingguannya WHO. Namun ini belumlah kepastian DKI sudah sampai puncak atau melandai," kata Dicky saat dihubungi Okezone, Sabtu (31/10/2020).

Epidemolog, sambungnya, perlu memastikan adanya pelandaian kasus penularan Covid-19 setelah melihat kasus selama dua pekan. Munurut dia, bila selama dua pekan kasus penularan Covid-19 memiliki tren yang terus menurun, maka bisa dipastikan bahwa Ibu Kota telah melewati puncak pandemi Covid-19.

"Jika dua Minggu ini trennya menurun berarti DKI sudah melewati puncak dan trennya bagus. Jadi kita harus menunggu dan baru beberapa hari ini. Kita lihat apakah tren ini masih terus menurun," ujar dia.

Berdasarkan website resmi, www.corona.dkijakarta.go.id, data penularan Covid-19 di DKI Jakarta terus konsisten di bawah seribu kasus, hingga mengalami penurunan setidaknya selama sepekan hari terakhir.

Baca Juga : Gara-Gara Utang di Kantin, Kuli Proyek Bunuh Temannya dengan Martil

Kasus Covid-19 di Ibu Kota tercatat mengalami penambahan 927 kasus pada 22 Oktober 2020. Kemudian menurun setiap harinya mulai 867 kasus, 771 kasus, dan 740 kasus selama tiga hari mulai 23-25 Oktober 2020.

Selanjutnya kasus Covid-19 di Jakarta kembali naik di angka 832 kasus dan 891 kasus pada 26-27 Oktober 2020. Lalu kembali turun diangka 713 kasus, dan 514 kasus penambahan Covid-19 pada 28-29 Oktober 2020.

Waspadai Kasus Klaster Demonstrasi & Libur Panjang

Dicky mengingatkan, Pemprov DKI Jakarta dan daerah penyanggah Ibu Kota untuk mewaspadai lonjakan kasus dari klaster demonstrasi yang menolak pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja, dan libur panjang pada akhir Oktober 2020.

"Terkait demo, peserta demo itu terbesar bukan dari DKI tapi di seputar DKI. Jadi penyanggah DKI. Jadi yang harus sangat waspada selain DKI-nya sendiri, ya penyanggahnya ini," ucap dia.

Ia menjelaskan bahwa selama ini hampir tidak ada batas interaksi antara warga Ibu Kota dan daerah penyanggah lainnya di Bodetabek.

Dicky mendorong agar daerah penyanggah meningkatkan kapasitas testing, dan tracing guna mendeteksi potensi kasus klaster demonstrasi secara maksimal di wilayah administratifnya.

"Ini yang harus dilakukan. Artinya di DKI secara umum sudah di jalur yang benar dalam pengendalian tapi tetap harus waspada sekali lagi ada libur panjang, kemudian aspek demo yang imbasnya kita lihat di perbatasan DKI, biasanya satu bulan itu kita bisa lihat kepastiannya dari sejak aksi atau keramaian massa itu," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini