Penanganan Kasus Covid-19 yang Baik Tidak Ada Kematian

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Minggu 01 November 2020 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 01 338 2302215 penanganan-kasus-covid-19-yang-baik-tidak-ada-kematian-aSTiFfp81Z.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan bahwa penanganan kasus Covid-19 di DKI Jakarta yang baik adalah bisa menekan angka kematian.

Dia menjelaskan, saat ini Australia, Selandia Baru, hingga Taiwan telah berhasil mengendalikan pandemi Covid-19 di negaranya.

"Yang baik itu bila tercapai pertama bahwa tidak ada kematian, atau nol kasus kematian. Itu yang disebut dengan terkendali yang baik. Kemudian angka kasus harian ya di kisaran angka 1 digit. Termasuk kasus aktifnya di satu digit," kata Dicky saat dihubungi Okezone, Minggu (1/11/2020).

Ia menambahkan, pandemi Covid-19 di suatu wilayah bisa dipastikan berhasil dikendalikan bila positivity ratenya di angka 1-3%, atau paling tinggi 5% sesuai standari WHO. "Itu bagus sekali. Tapi untuk satu digit biasanya test positivity ratenya di satu persenan," jelasnya.

Ia menilai, pandemi Covid-19 di Ibu Kota masih lama untuk bisa dikendalikan. Dicky memperkirakan bahwa pandemi Covid-19 DKI Jakarta baru bisa dikendalikan pada akhir tahun 2021.

"Saya kira mungkin pertengahan tahun depan. Kalau itu juga konsisten. Tapi setidaknya Jakarta sudah dalam track yang benar dari awal. Jadi kapasitas testingnya yang tinggi dan memadai. Walaupun tracingnya masih ada PR karena belum sesuai target dari WHO," ujar dia.

Menurut Dicky, Pemprov DKI Jakarta akan kesulitan mengendalikan pandemi Covid-19 dengan cepat lantaran kurangnya performa Pemprov Jawa Barat, Pemprov Jawa Tengah, hingga Pemprov Jawa Timur dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Baca Juga : Imbas Proyek Pelebaran Jalan, Pohon Jati Tanpa Daun Dipindahkan

"Itu berpengaruh karena mobilitas orang-orang ini. Yang saya khawatirkan daerah yang kapasitas testingnya tidak memadai sehingga mereka menyimpan bom waktu yang pada akhirnya akan membebani mereka karena masalah peningkatan kematian. Ini tidak mereka sadari karena mereka buta dengan keadan wilayah mereka sendiri," jelasnya.

Ia berujar bahwa data Covid-19 DKI Jakarta relatif bisa dipercaya karena cakupan testing yang jauh lebih baik dari daerah lain seperti Jabar, Jateng, dan Jatim. "Tapi juga tetap harus waspada karena angka kematian dan positive rate masih relatif tinggi. Artinya masih banyak kasus Covid di masyarakat yang belum terdeteksi," tukas dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini