Presiden Jokowi Sudah Kecam Macron, PA 212: Kami Tetap Aksi Hari Ini

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 02 November 2020 09:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 338 2302591 presiden-jokowi-sudah-kecam-macron-pa-212-kami-tetap-aksi-hari-ini-0eoHf3i4sx.jpg Ketua PA 212, Slamet Maarif saat orasi (foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif menegaskan, pihaknya akan tetap melakukan aksi pada hari ini, kendati Presiden Joko Widodo telah mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmauel Macron yang dinilai telah menghina agama Islam.

"Kami tetap akan aksi hari ini," ujar Slamet kepada Okezone, Senin (2/11/2020).

Aksi demonstrasi mengecam pernyataan Macron akan dilakukan di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari ini.

Baca juga:

Polri Imbau Demo Buruh & Ormas Islam Hari Ini Berjalan Tertib

Berikut Rekayasa Lalu Lintas saat Demo di Monas & Kedubes Perancis



Slamet mengaku senang mendengar pernyataan Presiden Jokowi yang telah mengecam Macron. Namun, menurut dia, akan lebih bagus jika Kepala Negara menyerukan rakyat Indonesia memboikot produk Prancis.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi mengecam pernyataan Macron yang telah menghina agama Islam. Menurutnya, pernyataan tersebut bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia.

"Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia yang bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia," ujar Jokowi saat konferensi pers secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu 31 Oktober 2020.

 

Sementara itu, Juru Bicara PA 212, Haikal Hassan memastikan, pihaknya akan menggeruduk Kedubes Prancis pada hari ini untuk mengecam ucapan Macron.

"Iya, Insya Allah PA 212 akan turun, ikut, dan mempelopori bahkan gelar aksi di depan Kedubes Prancis," kata Haikal, Minggu 1 November 2020.

Aparat keamanan diketahui telah bersiaga di sekitar Gedung Kedubes Pranis sejak Jumat 30 Oktober 2020 lalu. Kawat berduri hingga kendaraan taktis polisi sudah disiagakan di lokasi.

Sejumlah negara telah menyampaikan kecamannya atas pernyataan Macron tersebut, sementara aksi boikot produk Prancis telah diserukan di beberapa negara termasuk Kuwait, Qatar dan Turki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini